Ilustrasi Bioteknologi
Ilustrasi Bioteknologi

Teknopreneur.com—Saat ini apapun bisa terpantau dan dapat ditemukan oleh Smartphone, begitulah kira-kira asumsi masyarakat Indonesia maupun global dalam menyikapi perkembangan teknologi yang kian tahun makin pesat. Siapa sangka sebuah profil DNA atau segala hal yang terkecil menyusun tubuh manusia pun dapat dengan mudah diamati melalui Smartphone sehingga dapat ditentukan apa langkah upaya dalam menyikapi profil DNA yang diketahui.

Pranetics, adalah langkah terobosan baru yang hadir dalam bidang startup kesehatan di kancah Asia. Dinilai mampu untuk meninjau secara keseluruhan mengenai profil DNA manusia. Namun bukan mengenai cara kerja atau manfaat dari Startup Pranetic asal China tersebut. Justru kali ini Alibaba lagi-lagi mulai berekspansi kembali menanamkan Investasinya kepada Pranetics, yang bergerak dalam sektor kesehatan tersebut.

Berapa besaran dana yang dikucurkan oleh Alibaba memang tak dijelaskan secara pasti, namun beberapa media mencatat bahwa Pranetics ketika melakukan rilis uji coba layanan platformnya, ia mengkalkulasikan sokongan dana segar masuk sebesar USD40 juta, yang bersumber dari Beyond Ventures dan Alibaba Hong Kong Entrepreneurs Fund.

Bukan hanya dua penyumbang, namun Pranetics menghitung kembali sumber dana yang masuk lebih besar USD50 juta, jika Yuantai Investmen Patner, mFund, dan eGarden Ventures. Dimana dana segar yang masuk tersebut, menurut Pranetics akan digunakan untuk pengembangan layanan produk, menggaet lebih banyak Insinyur, serta melakukan merger dan akuisisi diperluasan China dan Asia Tenggara.

Memang sudah bukan hal yang biasa saat ritel Alibaba Hong Kong Entrepreneurs Fund diluncurkan pada tahun 2015, dinilai akan berkontribusi besar dalam ekosistem perekonomian sektor Asia. Alibaba yang sudah ternama bergerak dibidang E-Commerce, merupakan pijakan utama untuk berkembang dalam sektor kesehatan.

Dengan perkembangan yang pesat saat ini Pranetics telah melakukan kerjasama dengan perusahaan asuransi untuk melakukan tes genetik kepada pemegang polis asuransi yang berada di Hong Kong, Singapura, Malaysia dan Thailand (wilayah Asia). Sehingga dengan eksis seperti ini saat peluncuran pertama Pranetics megklaim telah memproses 200.000 sampel DNA sejauh ini.

CEO Startup Pranetics Danny Yeung langsung merespon, bahwa perusahaannya telah berkembang menjadi satu produk kemudian membangun keseluruhan sistem ekonomi kesehatan yang berada di Asia. Ia meyakinkan dengan layanan seperti tes genetik untuk diet, kondisi kesehatan turun-temurun, tanggapan pengobatan apa yang lebih tepat, resiko kanker dan screening prakonsepsi, orang akan lebih mudah mengamati keadaan kondisi tubuhnya lebih baik.

Lain pihak dalam sebuah pernyataan Press, direktur eksekutif Alibaba Hongkong Enterpreneurs Funds, Cindy Chow mengungkapkan, bahwa ia sangat terkesan dengan misi dan strategi bisnis yang diusung oleh Pranetics. Dan baginya akan terlihat sebagai pemimpin pasar Asia Tenggara dalam pengujian genetik dan dunia digital.

“Kami berharap dapat bekerja sama erat dengan Pranetics di seluruh jaringan perusahaan Alibaba untuk memberi informasi kesehatan yang berharga bagi setiap individu,” tandas Chow. WES