Ilustrasi Digital
Ilustrasi Digital

Teknopreneur.com—Tidak bisa dipungkiri bahwa dunia internet sudah banyak mengantarkan arus informasi dalam perkembangan zaman, banyak yang sudah dirasakan dari hadirnya sebuah teknologi yang bernama internet. Namun disayangkan juga bahwa dari derasnya arus informasi berdampak memunculkan hal-hal yang tak diharapkan dalam sajian informasi yang ditampilkannya, seperti pornografi, judi, kekerasan, radikalisme, dan SARA yang sempat populer akhir-akhir ini di jagat maya Indonesia.

Melihat dampak yang begitu “impact” dari informasi yang tersaji dalam media sosial, sempat menimbulkan kekacauan politik, ekonomi, sosial dan budaya. Bahkan tak jarang satu keluarga satu saudara saling berselisih lantaran perbedaan pendapat yang berdasar dari sebuah informasi Hoax yang beredar di jagat maya. Terkait dengan hal tersebut, belum lama ini Kementrian Komunikasi Dan Informatika (Kemenkominfo) merespon cepat dengan apa yang terjadi, Kominfo terus terang akan mengahadirkan sistem Crawling sebagai jawaban atas maraknya konten negatif.

Masukan kritik netizen pun mulai membanjiri Kemenkominfo yang sempat dinilai bahwa sistem crawling adalah sebuah sistem “jadul” untuk mengatasi penyebaran konten negatif, Ketua Asosiasi Penyelengara Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) Jamalul Izza menanggapi, bahwa dengan sistem tersebut sebenarnya belum bisa dikatakan jadul, lantaran jika sebuah sistem penyaringan yang dikatakan jadul ialah dari semua konten yang tersaji dalam media sosial tersaring semua tanpa ada pengecualian. Baginya, walau saat ini marak penyebaran informasi negatif tidak semua konten yang ada di media sosial berbau negatif.

“Dengan sistem itu ya belum dikatakan jadul si, dan di Indonesia itu masih layak untuk dijalankan” ucap Izza pada rekan media.

Ia menambahkan, jika dari sistem tersebut dinilai jadul dan merupakan suatu tindakan penyadapan, ia mengatakan bahwa itu tidaklah benar. Dalam kegiatan penyaringan sistem itu, dari pihak terkait sudah memiliki alasan kuat untuk melakukan take down dan tidak memiliki masalah dalam upaya penanganan penyebaran konten hoax yang beredar.”Tidak dong, kan kita berdasar data aduan masyarakat, jadi tidak mungkin menyaring sendiri,” lanjutnya.

Untuk itu, penting diketahui bahwa Kemenkominfo menghadirkan sistem Crawling ini akan ditarget pada awal tahun 2018. Dan untuk tahap pengadaan alatnya sudah menempuh tahap akhir yang kemudian hanya tinggal pengaplikasiannya. WES