Ilustrasi Cleantech

Teknopreneur.com—Besarnya volume sampah hingga 1.3 miliar ton per tahun nampak membuat pemerintah begitu serius dalam menangani sampah yang kian tahun makin menumpuk diberbagai wilayah Indonesia, sehingga laut dan sungai pun tak luput menjadi bank sampah yang seharusnya menjadi lingkungan lestari yang dekat dengan kehidupan manusia.

Dalam hal ini pemerintah pusat saat ini gencar dalam upaya pengolahan limbah plastik yang mulai menggunung tak tertampung. Aspal Plastik, adalah upaya jalan keluar pemerintah untuk mengurangi jumlah beban sampah yang meningkat setiap tahunnya. Uji coba pertama pun langsung diterapkan pada 27 Juli 2017 berlokasi dijalan kampus Universitas Udayana, Jimbaran, Badung, Bali.

Kali ini pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan utama dalam pembangunan aspal, merupakan bentuk kerjasama  antara Kementerian PUPR dan Kementerian Koordinator Kemaritiman. Berkaitan dengan Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim Kemenko Kemaritiman Safri Burhanuddin menegaskan, untuk menyuplai bahan limbah plastik pihaknya telah berkondinasi langsung dengan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (Adupi) di 16 kota besar Indonesia untuk mengumpulkan limbah sampah.

“Dalam upaya pengurangan sampah ini tahapan awalnya adalah melakukan edukasi kepada masyarakat, setelah terkumpul kami minta dukungan tim Kementerian PUPR. Pemanfaatan limbah plastik untuk aspal ini diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat terhadap permasalahan sampah di Indonesia,” dalam kutipan siaran persnya.

Dinilai berhasil pada uji coba pertama, aspal hasil olahan dari plastik kembali dilakukan pemerintah dilakukan diwilayah Bekasi pada 16 Oktober 2017, setelah Bali sebagai pelopor suksesnya solusi bahan aspal plastik dilakukan. Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan, bahwa solusi dari bahan baku aspal dari olahan pastik ini berdampak luar biasa, selain berdampak mengurangi bebang volume sampah tiap tahunnya. Menurutnya akan berguna meningkatkan ke sektor pariwisata dan kesehatan.

Dengan serius ia mengingatkan, teruntuk jenis plastik yang non degradable (tidak bisa terurai) dalam jangka waktu yang lama langkah ini dinilai sangat penting. Terutama ini pun berkaitan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJ MN) 2015-20l9, yang tertulis bahwa Indonsesia akan membangun 2600 Kilometer (KM) jalan Nasional dan 1000 Kilometer untuk pembangunan jalan Tol, yang diperkirakan membutuhkan bahan baku pembuatan aspal 1,5 ton pertahun.

Proyek 3 Tahun Jokowi

Terkait dengan hal tersebut, ini mengingatkan dengan masa pemeritahan Presiden Jokowi yang sudah menjabat selama periode 3 tahun. Untuk itu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim telah berhasil melakukan perundingan negoisasi dengan PT Freeport Indonesia untuk suksesnya uji coba pengolahan dan pembuatan aspal yang berbahan baku plastik.

Baginya dengan solusi ini beberapa proyek infrastruktur akan berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Dan Proyek tersebut diantaranya, Pelabuhan Patimban, pelabuhan kapal pesiar di Bali, hingga proyek Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung di Bali.

“saya kira ini akan berjalan” tutupnya. WES