Ilustrasi Cleantech

Teknopreneur.com— Defisit rasio elektrifikasi 42,3% di wilayah Papua nampaknya masih belum berdaya di bidang ketahanan energi listrik, untuk bisa mencapai “Indonesia Terang” yang terkait dengan distribusi energi listrik diberbagai pelosok wilayah Indonesia. Defisit di Papua ini dikemukakan oleh Divisi Energi Baru & Terbarukan PLN, Yudistian Yunis, untuk wilayah Indonesia Timur seperti  Papua bisa dibilang jauh dari yang diharapkan.

Yudistian Yunis memaparkan, untuk wilayah Indonesia Timur di Pulau Papua, kebutuhan energi listrik sebesar 10,5% dari ketersediaan listrik nasional 51.860 GW. Itu artinya, untuk wilayah Papua membutuhkan 5.445 GW  untuk periode 2017-2026.

Namun bukan hanya Papua saja yang disoroti sebagai wilayah yang minim untuk “diterangi”, wilayah Nusa Tenggara Timur pun terdata sebagai wilayah rasio elektrifikasi kurang dari 70% yang merupakan standar nilai kecukupan wilayah untuk diterangi jaringan listrik.

Ia melanjutkan, untuk wilayah NTT terhitung rasio elektrifikasi hanya 62.8%, ditambah untuk wilayah Nusa Tenggara kebutuhan listrik periode 2017-2026 sebesar 9.9%  atau 5.134 GW, artinya positif lebih kecil  0.6% kebutuhan listrik di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Lebih jauh PLN wilayah Papua dan Papua Barat (WP2B) pun turun tangan menggelar empat program untuk merealisasikan Papua Terang 2019, yakni dengan membangun jaringan listrik di 14 kabupaten di Papua dan Papua Barat. Kemudian listrik desa dengan rasio elektrifikasi kecamatan sebesar 100% di tahun 2019 dan rasio desa berlistrik PLN sebesar 100% pada tahun 2020. Dilanjutkan membangun jaringan listrik di tiga pulau terluar, dengan catatan yang berpenduduk ditahun 2017. Dan yang terakhir  meningkatkan jam nyala operasi selama 18 jam sehari ditahun 2020.

Sebaran Jaringan Listrik Papua

PLN wilayah Papua dan Papua Barat (WP2B), tercatat resmi sudah menyebar jaringan listrik di lima Kabupaten. Yakni Kabupaten Raja Ampat, Teluk Wondama, Pegunungan Arfak terlebih dahulu dan dua Kabupaten sedang dalam proses pembangunan.

Ditempat yang terpisah, General Manager PLN WP2B, Yohanes Sukrislismono mengungkapkan, di Kabupaten Deiyai misalnya. Yang sudah menjadi pelanggan resmi PLN  tercatat sebanyak 155 pelanggan. Baginya tidak berhenti disitu, namun akan ada potensi penambahan pelanggan resmi PLN kurang lebih 750 pelanggan yang kan mendaftar. Dan penyediaan pembangkit listrik mesin diesel untuk Kabupaten Deiyai sebesar 2×500 kW atau 1 megawatt.

Tidak hanya Kabupaten Deiyai, Yohanes menyebutkan untuk Kabupaten Yahukimo pun memiliki potensi untuk warganya dialiri jaringan listrik. Menurutnya dengan melihat jumlah calon pelanggan yang mendaftar sebanyak 237 pelanggan dengan potensi penambahan pelanggan kurang lebih 1.300 pelanggan.

“Saya berharap dengan masukya listrik di Kabupaten Deiyai ini, anak-anak dapat belajar lebih tekun dan para pegawai bisa bekerja lebih produktif di kantor, serta masyarakat juga bisa lebih produktif lagi kedepannya. Sehingga kami berharap perekonomian di Kabupaten Deiyai ini bisa bertumbuh dengan cepat. Saya juga mohon dukungan kepada masyarakat dan Pemerintah Daerah untuk membantu PLN dalam mengembangkan kelistrikan di Deiyai ini,” pungkasnya. WES