Ilustrasi Cleantech
Ilustrasi Cleantech

Teknopreneur.com – Pemerintah RI memproyeksikan penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) untuk memperkuat pengadaan pasokan listrik di seluruh wilayah di Indonesia. Sebagai fasilitator ketersediaan listrik tentunya Pemerintah RI merencanakan agar seluruh negara teraliri listrik yang berasal dari energi yang bersih dan aman. Itu sebabnya Pemerintah RI menggenjot upaya pengadaan listrik yang berasal dari EBT yang ramah lingkungan dan mampu menjangkau hingga ke pelosok negeri.

Di sisi lain, ada faktor pertumbuhan ekonomi yang menjadi pertimbangan, baik secara nasional maupun regional. Dimana pertumbuhan ekonomi di setiap daerah berbeda dan kemampuan daya beli rakyat terhadap energi listrik juga menjadi pertimbangan. Proyeksi untuk pengadaan listrik dari EBT ini menunjukkan keseriusan Pemerintah RI untuk memfasilitasi segala kebutuhan produktif rakyat. Dan telah menjadi kepedulian bersama bahwa pengadaan listrik di Indonesia mesti menjangkau seluruh wilayah dan daya beli masyarakat.

Pada berbagai kesempatan baik Menteri ESDM, Ignatius Jonan dan Wakil Menteri ESDM, Archandra Tahar telah mengungkapkan keberpihakan negara terhadap energi bersih. Yang menjadi pokok pemikiran adalah tariff EBT ini nantinya terjangkau oleh masyarakat, sehingga mampu memenuhi daya beli rakyat. Sudah menjadi rahasia umum bahwa tariff listrik yang ada sekarang masih dianggap mahal oleh rakyat kebanyakan, sehingga menjadi mahfum di berbagai wilayah di Indonesia masih banyak yang belum teraliri listrik meskipun daerah tersebut telah ada pembangkit listrik.

Untuk wilayah yang masih defisit listrik tentunya menjadi perhatian pula agar dapat teraliri listrik yang murah dan terjangkau, sehingga prinsip energi yang berkeadilan dapat tercapai. EBT menjadi solusi dari adanya energi murah dan nilai keenomiannya pun menjadi pertimbangan. Salah satu perkembangan yang paling mutakhir adalah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap yang berkapasitas 75 Mw di Desa Mattirotasi dan Lainungan, Kecamatan Watangpulu, Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan.

PLTB Sidrap memiliki nilai investasi sebesar USD150 juta, PLTB pertama di Indonesia ini tarifnya USD 11 sen per KwH flat, dan akan di renegosiasi di tahap yang berikutnya, yang artinya akan lebih murah di masa datang. Apabila dijabarkan lebih jauh dengan asumsi pendapatan bersih penduduk Rp1,3 juta per rumah tangga maka dapat diperhitungkan dengan pemakaian 47 KwH per bulan (untuk kebutuhan dasar listrik masyarakat – red) maka pengeluaran untuk tarif dasar listrik sebesar USD5,2 per bulannya, dan apabila di konversi ke dalam rupiah maka didapat biaya tarif dasar listrik selama sebulan sebesar Rp67.600,-

Berdasarkan asumsi penghitungan diatas, maka bisa diambil kesimpulan bahwa PLTB Sidrap memiliki nilai keekonomian yang cukup efisien dan terjangkau hanya 1,7 persen dari pendapatan per rumah tangga. Apabila pada tahap berikutnya di renegosiasi dibawah USD7 – 10 sen maka nilai efisiensinya bisa dibawah 1 persen dari pendapatan per rumah tangga. Lalu bagaimana bagi produsen listrik apakah harga tersebut memiliki revenue, setidaknya untuk memenuhi nilai investasi sebesar USD150 juta maka dibutuhkan waktu 14 tahun, dengan asumsi wilayah Kecamatan Watang Pulu yang berpopulasi sebesar 31.590 penduduk (data kependudukan BPS 2017 – red). Apabila didukung dengan  pembentukan Koperasi Listrik di Watang Pulu dengan pengumpulan dana SHU sebesar Rp75 ribu per bulan dengan asumsi 50 persen penduduk berinvestasi sekaligus membeli listrik maka break even point akan dicapai pada tahun ke 12 dengan kenaikan nilai investasi 1 persen per tahunnya.

Tentunya pengembangan listrik yang berasal dari EBT merupakan solusi yang menguntungkan dan memudahkan, sebab dengan diuntungkan dengan bahan baku yang bersifat alami yang berarti bersandar kepada ekosistem alam dapat memangkas biaya produksi listrik. Oleh sebab itu, keseriusan dan keberpihakan Pemerintah RI terhadap EBT patut diapresiasi dan didukung pengembangannya, karena selain merawat lingkungan, energi bersih merupakan sumber daya listrik yang menguntungkan. LIN