Ilustrasi Cleantech
Ilustrasi Cleantech

Teknopreneur.com—Kebutuhan listrik yang sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat yang kian tahun makin meningkat sesuai naiknya angka populasi penduduk, untuk menyikapi hal ini Divisi Energi Baru dan Terbarukan, Perusahaan Listrik Negara (PLN) berupaya menggenjot peningkatan kapasitas listrik di berbagai wilayah di Indonesia, terutama di Indonesia Timur. Oleh sebab itu PLN terus melakukan pengembangan listrik di Indonesia dan sumber listrik yang menjadi solusi ada Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Yudistian Yunis mengungkapkan,  PLN merencanakan penambahan infrastruktur fisik untuk produksi listrik lebih optimal. Saat ini tercatat produksi listrik nasional sebesar  51.860 MW terbilang masih sangat kurang untuk memenuhi target rasio 100% untuk semua wilayah dialiri listrik, salah satunya Indonesia bagian timur adalah wilayah yang saat ini masih minim distribusi listrik. Ia juga memaparkan bahwa pulau papua mengalami defisit eletrikfikasi ratio paling banyak, yakni  sebesar  42,3%.

Sesungguhnya sebaran jaringan listrik di Indonesia sudah melingkupi 33 provinsi tetapi distribusi listrik hingga ke pelosok dan perbatasan yang masih belum merata. Dan masih perlu upaya penangananan lebih serius bagi Pemerintah RI dalam mengembangkan pembangunan infrastruktur  fisik  generator pembangkit EBT.

PLN saat ini sudah bisa memenuhi  rasio elektrifikasi sebesar 90,16%  yang artinya dapat menjadi pijakan untuk rencana pembangunan infrastruktur pembangkit listrik diberbagai wilayah. Tetapi baru bisa mengoptimalkan 8.600 MW listrik yang bersumber pada EBT; energi panas bumi sebesar 11%, dan 0,9% dari Biomassa dan limbah. Dipandang perlu untuk meningkatkan kapasitas yang ada guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

“Sekarang bauran energi terbarukan kita sudah 11,9% atau sekitar 8.600 MW. Untuk 10 tahun ke depan kita harus capai ini 23%, dari apa yang direncanakan, jumlah tersebut akan membantu target pemerintah untuk memenuhi target rasio eletrikfikasi yang diharapkan mampu memenuhi 100% untuk semua wilayah,” tutur Yudian.

Manager Senior PLN Divisi Energi Baru Terbarukan mengutarakan, mengagendakan percepatan pengembangan dan pembangunan infrastruktur listrik. Yang diantaranya dengan menambah pembangkit tenaga listrik untuk mencapai target 77,9 GW dan berikut adalah rincian rencana pembangunan infrastruktur listrik  pada periode 2017-2026; Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) sebesar 18.8 GW, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 31.9 GW, Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG/MG)  5.6 GW, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)  14 GW, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi atau Geotermal (PLTP)  6.3 GW, dan terakhir PLT lain 1.2 GW. WES