Ilustrasi Cleantech

Teknopreuner.com— Terbitnya Permen ESDM Nomor 12 Tahun 2017 terkait pengoptimalan sumber Energi Baru terbarukan (EBT) adalah upaya Pemerintah RI terus mencanangkan melakukan inovasi baru dalam memproduksi sumber daya energi  terbarukan.  Dengan menggandeng PLN untuk upaya penerapan strategi  pengoptimalan, sumber listrik dari EBT kini gencar dilakukan untuk membidik desa berlistrik.

Menteri  Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan mengungkapkan, terkait pengoptimalan tersebut kucuran dana segar pun diturunkan, sebesar lebih dari Rp1 Triliun untuk tahun 2017. Inovasi strategi pengembangan EBT harus terus digiatkan, sinergis dengan target PLN sebesar  77,9 GW untuk periode 2017-2026, pembangunan pembangkit listrik terbarukan harus mulai direalisasikan.

Pada kesempatan terpisah, Divisi Energi Baru & Terbarukan PLN, Yudistian Yunis menuturkan, tahap yang pertama dari strategi PLN Mengejar Target Rasio Elektrifikasi ialah mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi dan desa berlistrik di seluruh wilayah Indonesia.

“Yang berada diluar pulau  Jawa, dengan melalui program  Mobile Power Plant, PV, Hybrid renewable energi, micro grid, smart grid dengan mengutamakan kearifan lokal,” ujar Yudistian Yunis.

Ia menyebutkan,  dengan meningkatkan efisiensi penyaluran tenaga listrik baik disisi transmisi maupun distribusi merupakan upaya penting juga dalam mewujudkan seluruh wilayah Indonesia dapat diterangi pada saat malam hari.

“Bagi daerah isolated yang dalam 2-3 tahun kedepan tidak direncanakan pengembangan distribusi, tetapi akan dibangun pembangkit dengan memprioritaskan sumber energi setempat seperti batubara mulut tambang, gas wellhead dan sumber energi terbarukan dalam rangka meningkatkan nilai keekonomian energi  primer setempat,” lanjutnya.

Dan strategi yang terakhir, agar menghindari  terjadinya  suppressed demand, penting ditahun-tahun kedepan merencanakan reserve margin diseluruh sistem, sehingga pada tahun 2019 minimal 30% semua pelanggan potensial dapat terlayani. WES