Ilustrasi Dinamika

Teknopreneur.com – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menggelar Seri Kelas Keuangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kreatif bertema “Permodalan dan Pengelolaan Keuangan Syariah UKM Kreatif” di Hotel Aston Tanjung Pinang. Selama tiga hari (25 s.d 27/9), 100 pelaku UKM mendapat pelatihan membangun jiwa wirausaha, membuat rencana bisnis dan analisa laporan keuangan, menggunakan aplikasi keuangan untuk mempermudah membuat pembukuan keuangan, serta mengetahui ekonomi syariah dan pembiayaan perbankan syariah.

“Kami (Bekraf) melatih pelaku UKM Kreatif untuk memisahkan keuangan pribadi dan bisnis. Kami juga mengharapkan pelaku UKM Kreatif bisa membuat laporan keuangan sehingga mereka memiliki track recordkeuangan bisnis mereka yang bisa digunakan untuk mengakses pembiayaan ke perbankan,” ungkap Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo.

Aplikasi Akuntansi UKM mempermudah pelaku UKM Kreatif mencatat keuangan usaha mereka darimana saja. Aplikasi ini bisa didownload secara gratis dan digunakan dengan smartphone. Pelaku UKM Kreatif bisa mencatat keuangan, transaksi, laba rugi, neraca, dan laporan keuangan dengan mudah dan lengkap melalui aplikasi ini.

“Kami juga mengajarkan pelaku UKM Kreatif untuk bisa menggunakan aplikasi akuntansi UKM ini. Harapannya, mereka bisa menggunakannya untuk pembukuan keuangan mereka dimana saja dan kapan saja hanya dengan smartphone ditangan mereka,” pungkas Fadjar.

Penyelenggaraan Acara

Hari pertama, Walikota Tanjungpinang hadir untuk memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, menginformasikan program Bekraf kepada para peserta.

100 pelaku UKM Kreatif Tanjung Pinang diberikan materi membangun jiwa berwirausaha oleh COO INA Isdev, Ano Sajid. Pemilik Indah Mutiara Lombok, Indah Purwanti, menceritakan perjalanan bisnisnya hingga sukses untuk menginspirasi dan memotivasi peserta.

Hari kedua, Konsultan Bisnis sekaligus founder dan CEO QM Financial, Ligwina Hananto, mengajari pelaku UKM KReatif membuat rencana bisnis dan analisa laporan keuangan. Dilanjutkan oleh praktisi keuangan syariah Mohammad B. Teguh yang menjelaskan ekonomi syariah. Pelatihan penggunaan aplikasi akuntansi UKM oleh Khusnaini dari STAN menutup acara hari kedua.

Hari terakhir, Bekraf menghadirkan perbankan syariah yaitu Bank Muamalat untuk menginformasikan produk pembiayaannya beserta persyaratan mengaksesnya. LIN