Laporan itu menyebutkan bahwa startup yang telah berumur lima tahun atau bahkan kurang dari itu lebih mudah menambahkan pekerja dan meningkatkan penghasilan mereka jika dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan kecil yang telah mapan.

Teknopreneur.com – Tak jauh berbeda dengan Indonesia, kendati memiliki sumbangsih yang yang tinggi terhadap pertumbuhan pekerjaan, ternyata perusahaan startup di Amerika Serikat juga sulit mendapatkan pembiayaan.

Menurut laporan yang dikeluarkan oleh Federal Reserve New York menunjukkan pada Selasa (8/8), perusahaan-perusahaan rintisan atau startup lebih sulit mendapatkan pembiayaan dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan mapan, meskipun mereka merupakan pendorong utama pertumbuhan pekerjaan di AS.

Laporan itu menyebutkan bahwa startup yang telah berumur lima tahun atau bahkan kurang dari itu lebih mudah menambahkan pekerja dan meningkatkan penghasilan mereka jika dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan kecil yang telah mapan. Kendati demikian startup lebih cenderung mengajukan permohonan pembiayaan daripada perusahaan-perusahaan yang mapan walau dalam angka yang lebih kecil. Mereka hanya mengajukan 100 ribu dolar AS atau kurang dalam pembiayaan.

Ditemukan bahwa 69 persen pemohon perusahaan rintisan menghadapi kekurangan keuangan, dibandingkan dengan 54 persen perusahaan mapan. Lebih dari separuh startups menghindari utang atau kurang antusias mengajukan kredit.

“Kesulitan dalam mendapatkan pembiayaan yang cukup ini sangat akut untuk rintisan awal (0-2 tahun), dan mereka memiliki tingkat kegagalan yang lebih tinggi daripada rintisan tahap kedua (3-5 tahun),” kata laporan tersebut. IN