Kontrak itu merupakan kontrak pembangunan pembangkit energi terbarukan dengan total kapasitas sebesar 415,75 megawatt.

Teknopreneur.com – PT PLN (Persero) kembali menandatangani perjanjian jual beli atau Power Purchase Agreement (PPA) energi baru terbarukan (EBT) dengan Independent Power Producer (IPP) di 64 lokasi tersebar di Indonesia, di Jakarta, Rabu, 2 Agustus 2017 yang disaksikan oleh  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Kontrak itu merupakan kontrak pembangunan pembangkit energi terbarukan dengan total kapasitas sebesar 415,75 megawatt. Dengan rincian sebagai berikut: 49 PPA PLTMH tersebar di Jawa dan Sumatera dengan total kapasitas 328,85 megawatt, 9 PPA PLTBm dan PLTBg dengan total kapasitas 41,9 megawatt (Regional Sumatera), 6 PPA PLTS dengan total kapasitas 45 megawatt (2 lokasi di Regional Sulawesi sebesar 25 MW dan 4 lokasi di Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara sebesar 20 MW).

Proses pengadaan telah dimulai tahun lalu dimana harga sudah disepakati dan setujui oleh Menteri ESDM, sehingga proses pengadaan dinyatakan sudah selesai dan siap ditandatangani PPA. Penandatanganan PPA Listrik dilakukan berdasarkan Persetujuan harga jual tenaga listrik Project EBT skala kecil (PLTM, PLTBm, dan PLTBg kapasitas ± 10 MW sesuai surat Menteri ESDM No 5827/23/MEM.I/2017 tanggal 28 Juli 2017. Dan berdasarkan Persetujuan harga jual tenaga listrik PLTS 6 lokasi sesuai surat Menteri ESDM No 5590/26/MEM.E/2017 tanggal 20 Juli 2017.

Dalam sambutannya Menteri ESDM Ignasius Jonan menekankan pentingnya pemanfaatan EBT yang optimal, selain itu Jonan juga menegaskan untuk menjaga agar BPP rendah hal ini untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses listrik dengan harga terjangkau.

sementara Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN Nicke Widyawati mengatakan bahwa adanya penandatanganan ini merupakan bukti komitmen PLN dan para pengembang untuk meningkatkan pemanfaatan EBT sesuai dengan target yakni 23% hingga tahun 2025 nanti.

Menurut Nicke, yang lebih utama adalah PPA ini juga untuk memenuhi kebutuhan listrik di sejumlah wilayah terutama isolated system dengan harga yang kompetitif, sesuai dengan komitmen PLN untuk menjaga tarif listrik agar tetap terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat dan industri.

“Pada sistem kelistrikan PLN saat ini, terdapat 6.200 MW pembangkit EBT yang sudah beroperasi atau 12% dari total kapasitas pembangkit,”ujarnya.

Rencana penyediaan listrik sesuai RUPTL 2017-2026, penambahan pembangkit adalah sebesar 77,9 gigawatt (GW) dimana rencana penambahan porsi pembangkit EBT adalah 21,56 gigawatt, kata Nicke.

Sebelumnya dalam acara diskusi teknologi Tech Talk yang digelar oleh The Habibie Center dan Teknopreneur Indonesia pada awal Agustus kemarin, Nicke menyatakan bahwa PT PLN Persero menargetkan pembangkit listrik 78 ribu megawatt untuk 10 tahun kedepan.

“Infrastruktur listrik dapat mengembangkan pertumbuhan ekonomi seluruh Indonesia,” ujar Nicke.  IN