Riset Pertumbuhan SMK Jurusan Digital

116
Riset Pertumbuhan SMK Jurusan Digital

Maraknya pertumbuhan industry digital di Jakarta menghadirkan kebutuhan atas bakat, minat dan talenta di bidang digital. Menghadapi pesatnya pertumbuhan tersebut dunia pendidikan menyambut dengan memfasilitasi antusiasme masyarakat dengan membangun sekolah-sekolah kejuruan yang terkait di bidang digital. Agar kebutuhan talenta dapat terpenuhi terbentuklah sekolah kejuruan di lima wilayah DKI Jakarta.

Total dari keseluruhan sekolah kejuruan di Jakarta adalah 78 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tersebar diantaranya Jakarta Timur 32 sekolah (41,02%), Jakarta Selatan 23 sekolah (29,48%), Jakarta Barat 10 sekolah (12,82%), Jakarta Utara 8 sekolah (10,25%), dan Jakarta Pusat 5 sekolah (6,41%). Dari sebaran sekolah yang ada di gambar dapat dilihat peminatan para talenta yang tersebar di lima wilayah Jakarta. Lebih dominan peminatan ada di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, diikuti Jakarta Utara dan Jakarta Pusat.

Bidang pendidikan dan pengajaran di SMK yang terkait dengan kebutuhan talenta di industry digital terdiri atas 4 jurusan. Diantaranya adalah Multimedia, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Teknik Komputer Jaringan (TKJ), dan Animasi. Adapun sebaran Jurusan Pendidikan SMK di lima wilayah DKI Jakarta, yakni :

– Multimedia di Jakarta Selatan 15 sekolah (38,46%), Jakarta Timur 14 sekolah (35,89%), Jakarta Utara 4 sekolah (10,25%), dan Jakarta Pusat 4 sekolah (10,25%).

– Rekayasa Teknik Komputer Jaringan (TKJ) di Jakarta Selatan 12 sekolah (27,27%), Jakarta Barat 6 sekolah (13,63%), Jakarta Utara 6 sekolah (13,63%).

– Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) di Jakarta 3 sekolah (60%) dan 2 sekolah (40%). – Animasi di Jakarta Timur 1 sekolah (100%).

Data ini menunjukan bahwa kebutuhan industry digital berbanding dengan ketersediaan talenta. Dimana sekolah lebih dominan membuka jurusan Multimedia dan TKJ yang kemudian diikuti dengan RPL dan Animasi.

Agar tetap update dengan perkembangan industry digital, SMK melengkapi diri dan memberikan pelayanan kepada para stakeholder dengan memfasilitasi website bagi sekolah. Namun kebutuhan untuk membuat website masih minim di sekolah-sekolah di Jakarta. Praktis hanya 17 sekolah (21,79%) yang memiliki website dan 61 sekolah (78,21%) tidak memiliki website.

Melihat kecenderungan minimnya sekolah yang memiliki website mengakibatkan para talent hunter atau pencari bakat di bidang industry digital kurang informasi untuk melakukan perekrutan secara khusus. Sehingga apabila talent hunter melakukan proses rekrutmen membutuhkan proses khusus seperti mengadakan event digital talent goes to school dan proses rekrutmen lainnya.

Beragam pilihan jurusan di SMK membuat para talenta mampu mengaktualisasikan bakatnya, dan beberapa sekolah memang membuka jurusan yang terkait sejak industry digital mulai marak. Hal ini menjadi jamak terjadi sebab memang kebutuhan talenta memang disesuaikan dengan peningkatan pertumbuhan yang terjadi di industry digital. LIN