Vaksin DNA Ikan

283

Teknopreneur.com – Virus dan kelompok Herpesvirideae bersifat laten dalam tubuh ikan dan menunggu hingga kondisinya memungkinkan untuk menginfeksi ikan carrier (pembawa virus). Ikan ini dapat menjadi sumber penyakit dan dapat menular ke ikan yang lain dalam ekosistem yang sama.

Vaksin DNA yang dikembangkan ini tergolong vaksin generasi ketiga (terbaru), yang dikembangkan dan virus KHV asal waduk Cirata yang telah menyebabkan wabah penyakit di kawasan tersebut. Vaksin DNA ini memperbaiki kelemahan vaksin dan generasi sebelumnya; antara lain tidak menimbulkan resiko infeksi, stabil, dan mampu memperkuat sistem kekebalan ikan baik secara humoral maupun seluler.

Pada uji skala laboratorium, vaksin ini memberikan proteksi sebesar 70 % sampai 96,7%, tergantung dosis dan virulensi virus yang diberikan.

 

Keunggulan :

  • Virus untuk memproduksi vaksin DNA berasal dan danau Cirata, sehingga langsung bisa diterapkan untuk masalah virus lokal.
  • Pada uji skala laboratorium vaksin telah menunjukkan efektifitas memberikan proteksi hingga 96,7%.
  • Memperbaiki kelemahan vaksin generasi sebelumnya: tidak menimbulkan resiko infeksi, bersifat stabil, dan mampu memperkuat sistem kekebalan ikan baik secara humoral maupun seluler.

Potensi :

Vaksin DNA ini berpotensi diaplikasikan bagi industri penunjang budidaya ikan air tawar (ikan koi dan ikan mas), khususnya industri obat-obatan dan pakan ikan.

Nama Inovator :

  • Dr. Sri Nuryati, S.Pi., M.Si
  • Dr. Alimuddin, S.Pi, M.Sc
  • Dr. Ir. Sukenda, M.Sc
  • Prof. Dr. drh. Fachriyan H.Pasaribu
  • Prof. Dr. drh. Retno D. Soejoedono, M.S
  • Prof. Dr. Ir. Komar Sumantadinata, M.Sc

Institusi : Institut Pertanian Bogor

Alamat : IPB Dramaga Bogor

Kerjasama Bisnis : Terbuka

Kesiapan Inovasi : Prototype sudah ada

Status paten : Didaftarkan

Analisis :

Indonesia sering dianggap sebagai sumber dan lahan subur berkembangnya berbagai virus tanaman dan ternak. Sudah saatnya Indonesia memanfaatkan masalah ini menjadi peluang, untuk menjadi pusat keprimaan dalam pengembangan vaksin anti virus tanaman dan ternak.