Pengawetan Makanan Siap Saji dengan Teknik Iradiasi

442

Teknopreneur.com – Tantangan yang dihadapi oleh industri pangan olahan siap saji adalah bagaimana memperpanjang masa simpan produk ( shelf life), sekaligus mempertahankan mutu dan cita rasanya. Hal ini bisa dilakukan dengan menambahkan bahan-bahan pengawet yang umumnya terbuat dari zat-zat kimia dan bisa berbahaya bagi kesehatan, sehingga tidak dianjurkan.

Teknik radiasi pengion, antara lain radiasi sinar gama adalah proses non termal yang aman digunakan untuk keperluan pengawetan makanan dalam kemasan. Proses penyinaran yang praktis, efektif, dan efisien mampu membunuh mikroba patogen, mikroba pembusuk, serta mikroorganisme berbahaya lainnya. Teknik ini tidak menurunkan kualitas aroma dan cita rasa serta tidak merusak kandungan zat gizi, sehingga produk akhir lebih tahan lama dan aman dikonsumsi.

 

Keunggulan :

  • Produk lebih higienis bahkan steril tanpa mengalami penurunan nilai gizinya
  • Diproses tanpa tambahan bahan pengawet dan mengurangi ketergantungan pada fasilitas pendingin
  • Proses iradiasi memperpanjang jangka waktu penyimpanan, bahkan untuk beberapa produk pangan cita rasanya semakin meningkat ketika disimpan
  • Tampilan fisik (warna, rasa, bau, dan cita rasa) produk tidak berubah
  • Proses yang cukup cepat, ekonomis, dan efektif

Potensi :

Fasilitas dan proses radiasi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum, untuk memperpanjang masa simpan produk, misalnya makanan sebagai cadangan pangan olahan jangka menengah dan panjang, seperti untuk kebutuhan jemaah haji dan operasi militer.

Nama Inovator :

  • Dr. Ir. Zubaidah Irawati
  • Cecep Muhamad Nurcahya, S.Si
  • Indra Mustika Pratama, A.Md

Institusi : PATIR BATAN

Alamat : Jl. Lebak Bulus Raya No. 49 Jakarta 12440

Kejasama Bisnis : Terbatas

Kesiapan Inovasi : Protoype sudah ada

Status paten : Diajukan

Analisis :

Penerapan standar proses radiasi yang benar dan terkontrol dapat memperpanjang masa simpan produk pangan, sehingga dapat dikonsumsi dengan aman tanpa menurunkan kualitas rasa dan aroma secara nyata, juga mengacu pada standar internasional sehingga berpeluang untuk pasar ekspor.