Bursa Efek Indonesia Buka Inkubator Startup, Apa Saja Programnya?

78
Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Indonesia

Teknopreneur.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan sebuah inkubator bagi start-up di Indonesia dengan berbagai program yang diharapkan dapat mendorong bisnis rintisan dapat bersaing dan berdiri sendiri. Apa saja programnya?

“Saat ini banyak anak muda Indonesia yang punya ide tetapi tidak punya modal dan pengetahuan untuk mengembangkan idenya. Kami akan membantu hal tersebut dan menjadi bagian dari CSR (tanggung jawab sosial) kami,” ujar Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Tito Sulistio di Jakarta, Kamis 26 Januari 2017.

Tito berharap inkubator ini bisa menjadi salah satu jalan agar perusahaan start up di Indonesia bisa mendapatkan akses yang lebih besar ke permodalan. Ia menambahkan bahwa saat ini perusahaan start up memang sedang menjamur di Indonesia sehingga butuh dukungan agar bisa bertahan hidup. Indonesia dengan potensi pasar  yang sangat besar menurutnya juga tidak boleh kalah dan harus lebih maju dibandingkan negara tetangga. Sementara itu, bisnis rintisan seperti ini menurutnya sudah jauh lebih berkembang di negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand

Dalam inkubator tersebut, nantinya BEI dan mitra lainnya akan memberikan bantuan pendidikan bisnis, mempertemukan antara start up dengan investor, hingga mendorong mereka mencatatkan saham di bursa.

Vice President Privatization Startup-SME and Foreign Listing BEI, Saptono Adi Junarso menambahkan, mulai Senin besok, perusahaan start up sudah bisa mendaftar online untuk nantinya diseleksi sebagai peserta inkubator ini.

Nantinya dalam inkubator ini mereka akan diberikan bimbingan (mentorship), tempat kerja (working space), akses kepada pendanaan, dan acara-acara yang mempertemukan mereka dengan calon investor. Ia mengatakan inkubator ini bisa menampung hingga 20 start up dengan maksimal tiga orang per bisnis.

“Pengumuman siapa yang terpilih akan dikeluarkan pada bulan Maret mendatang,” ujarnya.

Para perusahaan start up ini nantinya akan dikenakan sewa Rp750.000 hingga Rp1 juta setiap bulannya untuk bisa menggunakan gedung perkantoran Bapindo. Para perusahaan pun akan mendapatkan makan, internet super cepat dan berbagai kebutuhan lainnya.

Saptono mengatakan program ini terbuka untuk semua level: mulai dari yang masih berbentuk persiapan ide, sampai perusahaan yang mengarah masuk ke pasar modal.

Tito menambahkan, BEI juga akan mendirikan inkubator serupa di kota-kota selain Jakarta. Target selanjutnya adalah Bandung, Surabaya, Medan, dan Semarang.

“Pokoknya kita cari yang banyak anak mudanya dan banyak ide-ide menarik. Kalau di Bandung kita sudah punya kantor perwakilan jadi bisa semakin cepat,” tukasnya

I Sumber: Bareksa.com I