Penganugerahan Pemenang Agribiz Challenge 2016

94
Agribiz Challenge 2016

Event Agribiz Challenge 2016 telah rampung dan menghasilkan 6 pemenang dari masing-masing kategori. Acara ini dilaksanakan di auditorium Kementerian Pertanian RI di Jakarta pada Kamis 8 Desember 2016.

Setelah melalui proses penjurian dewan juri Agribiz Challenge 2016 yang terdiri dari Adhi Lukman (Ketua GAPMMI), Dudi Amrullah (QC Director Danone), Erizal Jamal (Kepala Pusat PPVT Kementerian Pertanian RI), Adie Marzuki (Teknopreneur) dan Deni Firmansyah (APJII) memutuskan Mertani AiRi, FICO dan Sixplus Agrotech yang menjadi juara Agribiz Challenge 2016 kategori On Farm, dan Hearty Foodie, Saung Ayam dan ALYA sebagai pemenang kategori Off Farm. Selain acara penganugerahan pemenang, juga diselenggarakan acara diskusi panel yang diisi oleh Haryono dari Dewan Riset Nasional dan Andreas Senjaya founder iGrow.

KATEGORI ON FARM

Juara 1. Mertani AiRi,

Tim Mertani (Merapi Tani Instrument) AiRi ini dipunggawai Yustafat Fawzi, Dualim Atma Dewangga, Muhammad Ghufron Mustaqim, Widagdo Purbowaskito dan Andrianto Ansari yang berasal Bantul Yogyakarta.

Mertani membuat teknologi sistem irigasi otomatis untuk pembibitan kelapa sawit yang mengkombinasikan solusi perangkat lunak (artificial intellegence & clouds computing) dengan perangkat keras (wireless sensor & valve, listrik dari tenaga surya/geothermal) yang bekerja secara realtime. Sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman, mengurangi biaya tenaga kerja, efisiensi dalam penggunaan air dan menghemat energi dalam upaya menjaga dan melestarikan lingkungan.

Juara 2. Sixplus Agrotech

Mengusung inovasi yang diberi nama Smart Farming System for Agriculture Industry, tim asal Cimahi yang terdiri dari Fulki Azman F, M. Pahla Pamuga, M. Kautsar Arviandri, Adri Farhana Nugraha dan Irza Aulia Zaim ini menawarkan inovasi pengendalian produksi tanaman dengan metode otomatisasi dan sistem yang terintegrasi. Fungsi utamanya, agar seluruh aktivitas utama produksi dapat dijalankan lebih terukur.

Inovasinya diklaim akan dapat mengefisiensi biaya produksi dikarenakan proses penyiraman akan berjalan secara otomatis sesuai standar yang ditentukan, membuat jadwal panen lebih cepat dari jadwal yang diekspektasikan., membuat kondisi greenhouse pada suhu dan kelembaban yang ideal untuk langkah preventif menanggulangi hama. real time processing membuat data yang diterima lebih akurat dan aktual sehingga pengambilan keputusan terkait proses produksi bisa lebih akurat, kemudahan akses informasi seluruh proses produksi yang langsung dikirim ke web hosting sehingga pengontrolan dapat dilakukan dimana saja, aktivitas produksi yang tercatat otomatis dapat diintegrasikan langsung kepada divisi cost accounting untuk menentukan harga jual yang tepat dan dapat dijadikan patokan terkait alokasi dana yang tepat untuk musim selanjutnya, serta meminimalisir terjadinya human error. Sixplus Agrotech juga telah bekerjasama dengan Koperasi di Maribaya Bandung dalam penanaman paprika.

Juara 3. Fico (Fingerlings Counter)

Fico adalah alat penghitung benih ikan otomatis untuk segala jenis ikan. Alat ini memproses penghitungan benih ikan secara automatis sehingga dapat mempercepat proses penghitungan, meningkatkan akurasi sehingga berdampak pada penghematan dan peningkatan profit pembudidaya benih ikan. Penghitungan manual yang membutuhkan waktu yang lama dapat membuat benih ikan menjadi stress dan menyebabkan benih ikan mudah terserang penyakit. Dengan desain yang portabel dan hemat listrik, Fico menjadi solusi komplit untuk pembenih ikan. Fico mempermudah pekerjaan para pembenih ikan menjadi lebih produktif.

Anggota tim Fico digawangi oleh IrsanFirmansyah, Nadhomi K. Budiman, dan Ahmad Ghazali R yang berdomisili di Bandung.

KATEGORI OFF FARM

Juara 1. Hearty Foodie

Hearty Foodie membuat inovasi diversifikasi olahan produk buah-buahan menjadi fruit leather dengan nama Frutaday. Hearty Foodie menyatakan bahwa saat ini, ritel yang menjual Frutaday sebanyak 62 toko   yang tersebar di Jadetabek hingga Bandung dan direncanakan untuk menambah ± 150 toko lagi, agar dapat lebih menjangkau masyarakat Indonesia secara luas.

Anggota tim Hearty Foodie digawangi oleh Nur Sofia Wardani Yahya, Ade Permata Surya, Fitriyana Insani, Wahyu Pratama Mihardja dan Trio Andrelov yang berdomisili di Jakarta.

Juara 2. Saung Ayam

Adalah sebuah sistem distribusi hasil daging ayam segar dari rumah pemotongan ke para pedagang ayam di pasar tradisional menggunakan aplikasi berbasis android. Project ini digawangi oleh Andi Ricki Rosali, Deza Andrea dan Agung yang ketiganya berasal dari Jakarta. Mereka mengatakan bahwa saat ini Saung Ayam sudah mampu mendistribusikan daging ayam segar sebanyak 11200 ekor perhari ke para pedagang ayam di pasar tradisional Kebayoran Lama.

Selain itu, Saung Ayam mengatakan telah memberikan fasilitas kontrakan, listrik dan air gratis kepada para pedagang ayam yang telah memenuhi syarat pembelian per harinya (minimal 75 ekor per hari). Mereka juga memberikan fasilitas pinjaman dan tabungan ke para pedagang ayam, tujuannya untuk meminimalisir bad debt  di sistem pedagang itu sendiri.

Juara 3. ALYA

Alat penyadap nira automatis yang diajukan oleh tim ALYA asal Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini digawangi oleh Mas Fariz Fadlilah M, Asriawan Pacsa R, Kharisma Husna Wirasti dan Vita Nurul Faizah ini membuat alat penderesan  yang dilakukan secara automatis tanpa adanya proses pemanjatan pohon sehingga meminimalisir kecelakaan penderes.

Alat ini mampu mengurangi resiko kecelakaan karena tanpa proses memanjat sekalipun, sehingga dapat meningkatkan produktivitas penderesan yang dapat dilakukan pagi maupun malam. Saat ini, angka kecelakaan penderes nira di Indonesia cukup tinggi sebanyak 60 orang penderes meninggal karena kecelakaan. Dengan bantuan alat ini penderesan dapat dilakukan setelah hujan (dalam keadaaan licin). Alat ini juga rencananya akan digunakan oleh Pemda Banyumas setelah diproduksi massal untuk dibagikan kepada kelompok tani setempat.