Inilah Finalis Agribiz Challenge Kategori Off Farm

69
Agribiz Challenge 2016

Event Agribiz Challenge 2016 telah memasuki tahap final, dan menghasilkan tiga kandidat pemenang dari masing-masing kategori. Berikut pemenang kategori Off Farm yang akan mempresentasikan karya inovasinya pada Kamis 8 Desember 2016 di Gedung Kementerian RI Jakarta.

Setelah melalui proses penjurian dengan memperhatikan dan mempertimbangkan aspek orisinalitas dan feasibelitas teknologi, aspek sosial masyarakat dan keberlanjutannya, strategi pemasaran dan pengembangan bisnis, serta ketersediaan pasar atau ceruk bagi produknya maka dewan juri Agribiz Challenge 2016 memutuskan Saung Ayam, Hearty Foodie dan ALYA lolos ke tahap final kategori Off Farm.

Saung Ayam,

Adalah sebuah sistem distribusi hasil daging ayam segar dari rumah pemotongan ke para pedagang ayam di pasar tradisional menggunakan aplikasi berbasis android. Project ini digawangi oleh Andi Ricki Rosali, Deza Andrea dan Agung yang ketiganya berasal dari Jakarta. Mereka mengatakan bahwa saat ini Saung Ayam sudah mampu mendistribusikan daging ayam segar sebanyak 1100 ekor perhari ke para pedagang ayam di pasar tradisional Kebayoran Lama.

Selain itu, Saung Ayam mengklaim telah memberikan fasilitas kontrakan, listrik dan air gratis kepada para pedagang ayam yang telah memenuhi syarat pembelian per harinya (minimal 75 ekor per hari). Mereka juga memberikan fasilitas pinjaman dan tabungan ke para pedagang ayam, tujuannya untuk meminimalisir bad debt  di sistem pedagang itu sendiri.

Hearty Foodie

Hearty Foodie membuat inovasi diversifikasi olahan produk buah-buahan menjadi fruit leather dengan nama Frutaday. Hearty Foodie menyatakan bahwa saat ini, ritel yang menjual Frutaday sebanyak 62 toko   yang tersebar di Jadetabek hingga Bandung dan direncanakan untuk menambah ± 150 toko lagi, agar dapat lebih menjangkau masyarakat Indonesia secara luas.

Anggota tim Hearty Foodie digawangi oleh Nur Sofia Wardani Yahya, Ade Permata Surya, Fitriyana Insani, Wahyu Pratama Mihardja dan Trio Andrelov yang berdomisili di Jakarta.

ALYA

Alat penyadap nira automatis yang diajukan oleh tim ALYA asal UGM Yogyakarta ini digawangi oleh Mas Fariz Fadlilah M, Asriawan Pacsa R, Kharisma Husna Wirasti dan Vita Nurul Faizah ini membuat alat penderesan  yang dilakukan secara automatis tanpa adanya proses pemanjatan pohon sehingga meminimalisir kecelakaan penderes.

Alat ini diklaim mampu mengurangi resiko kecelakaan karena tanpa proses memanjat sekalipun, sehingga dapat meningkatkan produktivitas penderesan yang dapat dilakukan pagi maupun malam. Bahkan, dengan bantuan alat ini penderesan dapat dilakukan setelah hujan (dalam keadaaan licin). Alat ini juga rencananya akan digunakan oleh Pemda Banyumas setelah diproduksi massal untuk dibagikan kepada kelompok tani setempat.