BEKRAF : Kita Butuh Aplikasi Yang “Indonesia Banget”

105
Triawan Munaf, Ketua Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF)

Teknopreneur.com – Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan banyak aplikasi yang menjawab persoalan yang khas di masyarakat. Dikutip dari pidatonya pada acara Malam Penganugerahan Piala bagi pemenang Liga Digital Indonesia dalam rangkaian acara INDONESIA INTERNET EXPO & SUMMIT (IIXS) 2016 di Kartika Expo, Balai Kartini Jakarta 23 November 2016, Triawan menyebutkan masih  ada beragam permasalahan yang membutuhkan solusi digital.

“Kita masih membutuhkan lebih banyak lagi aplikasi-aplikasi yang dapat memberikan solusi atas beragam permasalahan khas Indonesia. Di sektor transportasi, pendidikan, kesehatan, ekonomi, pertanian, hingga maritime,” ujar Triawan dalam pidatonya.

Menanggapi Liga Digital, Triawan angkat jempol untuk program tersebut. Menurutnya Liga Digital merupakan sebuah inisiatif yang sangat baik. Menantang para pengembang aplikasi untuk segera masuk ke pasar, memberikan solusi untuk masyarakat dengan aplikasinya, dan menyerahkan sepenuhnya penilaian kepada pengguna.

“Ke depan, Saya berharap aplikasi-aplikasi lokal ini dapat bersama-sama kita dorong dan bantu agar dapat berjaya, paling tidak di negeri sendiri. Mari kita duduk bersama, mengatur langkah agar pertumbuhan pengguna internet dan pengguna smartphone di tanah air dapat dinikmati oleh industri lokal,” lanjutnya.

Sementara Ketua Penyelenggara Liga Digital Adie Marzuki mengatakan, “Pasar digital di Indonesia sangat besar dan masih terus betumbuh, seiring dengan penetrasi internet dan smartphone. Pasar yang besar ini didominasi oleh pemain global, belum banyak terisi oleh pemain lokal, sehingga nilai tambah yang luar biasa besar ini hanya sebagian kecilnya oleh masyarakat Indonesia. Indonesia terlalu besar untuk terus-menerus bergantung kepada produk dari luar”

Senada dengan Adie, Sekjen APJII Henri Kasyfi selaku organisasi penyelenggara mengatakan, “Indonesia harus mulai membangun kemandirian serta kedaulatan digital. Hasil riset APJII memperlihatkan bahwa pertumbuhan pengguna smartphone di Indonesia termasuk yang terbesar di dunia. Hal ini tidak akan berarti kalau tidak diisi oleh produk nasional.” IN