Ketahui Pembagian Ekuitas pada Startup

51

Teknopreneur.com – Salah satu kelebihan bekerja di startup adalah kesempatan untuk mendapatkan ekuitas perusahaan. Sudah banyak startup dan perusahaan teknologi yang memberikan ekuitas kepada bukan hanya kalangan manajemen namun juga pegawai. Sebelum memutuskan untuk menerima tawaran pekerjaan di startup, ada baiknya untuk menyimak.

Artikelberikut yang mengupas 7 hal yang wajib diketahui terkait dengan pemberian ekuitas perusahaan.

Pilih startup yang tepat

Langkah awal yang wajib dilakukan adalah mencari tahu latar belakang dan rencana jangka panjang startup untuk masa mendatang. Apakah itu terkait dengan siapa investor yang mendukung startup? Sudah berada pada tahap pendanaan apa startup tempat tersebut? Apa visi dan misi startup untuk selanjutnya. Pastikan telah mengetahui informasi tersebut sebelum memutuskan untuk menerima tawaran pekerjaan dan mendapatkan jatah ekuitas yang dijanjikan.

Exit strategy

Hal lain yang tidak kalah penting adalah apakah exit strategy dari startup. Pilihannya adalah apakah akan menjual perusahaan atau melakukan IPO dalam waktu 5 tahun ke depan. Dengan mengetahui rencana ini, sebagai pegawai yang mendapatkan jatah ekuitas perusahaan bisa menentukan langkah selanjutnya terkait pilihan perusahaan.

Persentase ekuitas yang diterima

Penentuan berapa besar persentase ekuitas yang didapatkan akan menentukan berapa jumlah uang yang akan didapatkan usai penjualan perusahaan atau IPO dilakukan oleh perusahaan. Untuk itu saat persentase ekuitas ditawarkan, tanyakan pula berapa besar total saham yang outstanding. Jumlah saham atau opsi sendiri dibagi dengan total saham yang beredar adalah persentase saham untuk kita.

Pada umumnya startup yang didukung venture capital akan mendapatkan jatah ekuitas sebesar 10-20% saja dari total saham yang outstanding.

Pilihan tipe saham

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengetahui tipe saham seperti apa yang akan didapatkan, apakah opsi saham biasa atau saham terbatas (restricted stock). Saham terbatas biasanya memerlukan persyaratan, vesting menjadi salah satu yang paling umum. Perhatikan dengan baik kedua pilihan tersebut sebelum memutuskan pilihan yang tepat.

Berapa lama proses penerimaan saham diberikan (vesting)

Pastikan untuk bertanya tentang spesifikasi jadwal vesting perusahaan untuk tahu persis berapa banyak yang akan memiliki share tersebut dan waktu yang dijadwalkan. Vesting atau jadwal penerimaan saham berarti bahwa kita akan mendapatkan ekuitas dalam jumlah parsial dari waktu ke waktu.

Misalnya, jika mengatakan pada hari pertama akan diberikan 10 ribu saham dengan jadwal vesting, belum tentu memiliki ekuitas apapun pada hari itu. Tentunya akan mendapatkan jumlah penuh selama periode tertentu masa bekerja. Jadwal vesting pada umumnya adalah empat tahun dengan waktu satu tahun esktra. Setelah bekerja di perusahaan selama setahun penuh, seperempat dari total ekuitas akan menjadi milik bersama. Selanjutnya jumlah penerimaan adalah setiap bulan atau per kuartal.

Pajak                                                                                               

Ada aturan khusus yang mengatur kapan dan bagaimana kompensasi ekuitas pajak. Mintalah bantuan perusahaan dan konsultan pajak untuk mendapatkan informasi serta kejelasan tentang kewajiban pajak potensial kompensasi ekuitas untuk menghindari hal-hal terkait dengan ketentuan pajak dan terhindar dari kemungkinan pelanggaran yang bisa terjadi.

Penjualan saham

Setelah penjadwalan penerimaan saham telah ditentukan hal selanjutnya yang bisa  dilakukan adalah menentukan untuk segera menjual saham atau menyimpan saham tersebut sampai ada rencana exit dari perusahaan. Jika memutuskan untuk menjual, pastikan perusahaan mengetahui dan menyetujui rencana yang ada di bawah hukum yang berlaku.

Pastikan untuk membuat perjanjian tertulis kedua belah pihak untuk menghindari kesalahpahaman di kemudian hari.

Sumber : disadur dari berbagai sumber