Merah Delima, Inovasi Pepaya Unggul Baru

365

Indonesia memiiliki kekayaan dan keragaman plasma nutfah. Dari hasil pemulian tanaman, telah banyak dihasilkan varietas unggul salah satunya pepaya jenis merah delima. Ketimbang jenis kalifornia yang telah lebih dikenal oleh masyarakat, pepaya merah delima dapat ditanam lebih rapat dan berkarakter buah yang bagus.

Tanaman pepaya dapat ditanam di semua daerah di Indonesia dan menyebar dari dataran rendah sampai ketinggian 1000 mdpl. Produksi buah pepaya di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun hingga mencapai 643.451 ton.

buah pepaya merah delima, yang merupakan varietas unggul Baru (VUB) dari Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu) yang telah mempunyai koleksi pepaya yang berasal dari hasil karaktersisasi, seleksi dan hibridisasi, sehingga diperoleh kandidat pepaya dengan karakter daging buah tebal, rasa manis (TSS : 14-15°Brix), dengan warna daging buah merah dan tekstur renyah, jumlah buah dapat mencapai 80 buah per pohon, dengan jumlah populasi 1200 tanaman/ha yang mampu menghasilkan hingga 90 ton per hektar selama 4 bulan.

Pepaya Merah Delima dapat ditanam dengan jarak tanam 2 kali 2 meter, sehingga produksi per hektar dapat lebih tinggi daripada jenis yang sudah ada. Pepaya ini dapat dipanen pada umur 7-8 bulan setelah tanam dan umur produktifnya dapat mencapai 2-3 tahun.

Dikutip dari laman Balitbang Pertanian, pepaya merah delima telah melalui tahapan evaluasi selama kurang lebih 8 tahun. Hal ini penting dilakukan untuk mengetahui kestabilan sifat morfologi dan kualitas maupun kuantitas buahnya.

Pengembangan agribisnis pepaya mempunyai prospek bisnis yang sangat baik. Nilai rasio B/C pun relatif tinggi, sebesar 1,80. Hal ini mengidentifikasikan bahwa usaha ini relatif efisien dan dapat memberikan keuntungan hampir sebesar 1,8 kali dari biaya produksinya.

Saat ini, selain merah delima, Balitbu juga tengah mempersiapkan varietas pepaya unggul lain yaitu carmina, carmida, dan solinda.