Memahami Pertanyaan Angel Investor

44

Teknopreneur.com – Ada sesuatu yang tidak berkesinambungan antara pertanyaan yang diutarakan oleh kebanyakan angel investor dengan pertanyaan yang sebenarnya ingin sekali mereka tanyakan. Alasannya, bukannya karena mereka takut untuk bertanya, tetapi lebih karena mereka telah terpatok untuk memandang startup sebagai perusahaan publik atau memang tidak ingin melukai perasaan founder.

Pertanyaan mereka cenderung bersifat tradisional dan mudah diprediksi, misalnya tentang produk, market fit, tim, market size, dan traksinya sebelum menginvestasikan uangnya ke perusahaan. Namun, seiring berjalannya waktu sebenarnya banyak hal di luar itu yang ingin mereka tanyakan.

Artikel ini akan membahas ada beberapa hal yang ingin diterangkan ke mereka, berikut rangkumannya:

Integritas

Urutan pertama yang paling mereka perhatikan ketika berhadapan adalah integritas. Setiap investor tunggal sangat ingin startup menjawab pertanyaan ini untuk memastikan apakah jujur? Apakah akan menggunakan uang untuk bermain judi? Apakah akan pakai uang untuk makan malam dengan keluarga?

Angel investor ingin duduk bersama demi memastikan kejujuran. Ketika mereka bertanya tentang diri Anda, sebenarnya mereka benar-benar menanyakan “Apakah saya akan mengalami kesulitan hukum karena Anda?”

Ide

Kebanyakan investor jujur dengan diri mereka sendiri bahwa mereka tidak dapat mengevaluasi ide karena mereka tidak berada satu ruangan yang sama dengan Anda dan tidak sepandai Anda. Perusahaan teknologi seperti AirBnB, Facebook, Tesla, Instagram, dan Uber, awalnya tidak dipedulikan oleh investor yang tidak bisa mengevaluasi ide awalnya.

Maka dari itu, sebaiknya menjelaskan secara detil bagaimana proses awal sebuah ide muncul dan bagaimana cara dan tim mengolahnya hingga berbentuk produk nyata.

Produk

Angel investor kebanyakan menyadari posisi mereka bukanlah orang yang tepat untuk mengevaluasi produk. Mereka hanya ingin memastikan seberapa jauh willingness dari tim untuk menciptakan produk yang dapat berguna bagi pengguna dan bagaimana bentuk strategi marketing-nya.

Mereka sebenarnya tidak ingin mengetahui seberapa bagus produk, sebab produk itu tiap waktu terus berkembang. Bahkan bisnis pun berpotensi terjadi pivot.

Fokus

“Saat memberikan uang, apakah akan mendedikasikan seluruh waktu dan tenaga untuk fokus mengembalikan uang sekaligus menyukseskan bisnis ini?”. Kemudian, angel investor akan menanyakan pertanyaan lanjutan, “Bagaimana Anda menghabiskan waktu? Saya benar-benar tidak peduli dengan detilnya, tapi saya ingin tahu kegiatan sehari-hari Anda”.

Menurut angel investor, jika bisnis ini butuh waktu kerja 16 jam sehari namun melakukannya hanya 8 jam sehari. Ini artinya tidak memberikan integritas nomor 1 untuk pekerjaan ini.

Finansial

Angel investor ingin Anda untuk mengukur bagaimana menghitung bisnis ini lewat matematika keuangan sederhana, sekaligus memastikan apakah asumsi yang dibuat itu bisa dibuktikan atau tidak.

Perlu tahu bagaimana menentukan nilai ekonomi produk berdasarkan perhitungan dari Customer Acquisition Cost dan Lifetime Value (CAC & LTV). Banyak founder yang gagal dalam menghitung ini.

Tim

“Apakah orang-orang Anda bisa bekerja secara tim? Bagaimana cara tim bekerja?”. Banyak startup yang gagal berjalan karena tim-nya yang tidak mau bekerja sama selama enam hingga tujuh tahun, kerja selama 16 jam sehari dan enam hari dalam seminggu.

Ketahanan diri

“Apakah secara fisik, emosi, dan mental Anda sanggup bertahan selama bertahun-tahun?,” “Ketika bisnis jatuh, apakah sanggup berdiri lagi untuk berpuluh-puluh kali?”. Sebaiknya harus bisa menjawab pertanyaan ini, sebab angel investor perlu memastikan diri Anda tidak akan meledak dengan sendirinya saat masa sulit terjadi.

Budaya

“Bisakah membangun budaya kerja yang baik? Sebab dari kualitas pekerja yang direkrut jadi faktor penting untuk menciptakan budaya.” Lewat pertanyaan ini, angel investor ingin memastikan apakah orang lain juga menyukai cara kerja Anda. Bila orang lain menyukai cara bekerja, pasti mereka akan berbondong-bondong mengajukan diri untuk bergabung dengan tim.

Egoisme investor

Perlu disadari bahwa angel investor biasanya juga memiliki egoisme tersendiri mengingat dirinya adalah investor. Untuk itu, harus memberikan jawaban dari semua yang mereka ucapkan dengan penuh kejujuran, penuh visi, dan cerita yang bagus.

Sumber : disadur dari berbagai sumber