Ai-X1, Pesawat Nirawak Indonesia Pertama yang Menembus Stratosfer

135

Pada 28 Oktober 2016, Pesawat Nirawak Indonesia Ai-X1 terbang menuju stratosfer dengan menggunakan bantuan balon cuaca. Pesawat nirawak tersebut berhasil terbang mencapai 10 Kilometer. Kegiatan peluncuran yang dinamai “Menembus Langit” ini diinisiasi oleh tim Menembus Langit bersama LAPAN Indonesia merupakan ujicoba pesawat nirawak pertama yang berhasil menembus stratosfer.

Pesawat Ulak Alik Stratosfer Tanpa Awak Pertama

Menembus Langit bertujuan untuk memberikan pencapaian baru terutama dalam bidang kedirgantaraan dan kajian ilmu aeronautika di Indonesia dengan melakukan ekspedisi tanpa awak hingga mencapai stratosfer.

Mengusung konsep kolaborasi, Menembus Langit berkolaborasi dengan 18 entitas (pemerintah dan swasta) dan kurang lebih 95 individu. Untuk merealisasikan tujuan menerbangkan pesawat tanpa awak ke stratosfer, tim Menembus Langit memperoleh NOTAM dari AirNav untuk melakukan peluncuran pada 28 November 2016 dan 29 November 2016 di Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Pameungpeuk, Garut.

Feri Ametia Pratama (Flight Director Menembus Langit) yang berada di lokasi peluncuran mengatakan bahwa sistem failsafe dan return-to-home pesawat berjalan sesuai rencana. Tetapi setting Proportional–Integral–Derivative (PID) baru yang diterapkan untuk penerbangan kali ini terasa lebih stabil dibandingkan dengan penerbangan sebelumnya (red: Trial Flight).

“Untuk penerbangan selanjutnya kita akan perlu mengurangi sensitifitas skenario failsafe agar tahan terhadap gangguan navigasi yang diakibatkan oleh kondisi cuaca saat ini yang cenderung berawan tebal.” ujar Feri kepada Teknopreneur.

Kolaborasi Dengan Balon Cuaca

Feri menambahkan bahwa dari penggunaan balon cuaca sebagai media untuk membawa pesawat tanpa awak Ai-X1 hasilnya sangat bagus dan semua bekerja sesuai dengan skenario yang dirancang, dibawah koordinator balon Ginaldi Ari dari Pusat Sains Teknologi Atmosfer LAPAN Bandung

Selama perjalanannya kembali ke titik awal, setelah lepas dari balon cuaca, Ai-X1 hanya mengandalkan sistem navigasi inersial untuk menentukan posisinya. Selama kondisi ini Ai-X1 tetap menjaga kestabilan terbang dan akhirnya mendarat kurang lebih 500m dari titik pendaratan yang diinginkan. Gambar terakhir dari kamera onboard menunjukan bahwa pesawat mendarat dalam kondisi utuh di daratan.

Menembus Langit adalah pencapaian baru di dunia aeronautika indonesia seperti rekor yang diberikan oleh MURI yaitu Pesawat Ulak-Alik Stratosfer Tanpa Awak Pertama di Indonesia.

Tim Menembus Langit juga menyediakan Command Center di IDC Cyber Tower Lantai 7 – Jakarta yang dihadiri oleh Dian Rusdiana Hakim (Initiator Menembus Langit), Thomas Djamaluddin (Kepala LAPAN), Azhar T. Pangesti (Program Director Menembus Langit), Osmar Semesta Susilo (MURI), dan Andre Purwardono (MURI), Ari Sugeng B (Supervisi UAV Pustekbang LAPAN), Laras Toersilowati (Peneliti Senior Balon PSTA LAPAN, Jasyanto (Kabag Humas LAPAN), dan beberapa kolaborator individu Menembus Langit.