Pada Senin 24 Oktober, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis hasil riset demografi pengguna internet di Indonesia. Setelah absen dua tahun (riset terakhir tahun 2014), hasil survey tersebut menampilkan informasi yang mencengangkan. Riset ini melibatkan 3000-an responden dengan area survey di beberapa daerah di Indonesia. Seperti apa hasil riset pengguna internet tahun 2016 tersebut? Simak rangkumannya dibawah ini.

Setengah Penduduk Indonesia Pengguna Internet

Pengguna Internet di Indonesia pada tahun 2016 telah mencapai 132,7 juta (51,8 %) dari total populasi penduduk Indonesia yang mencapai 256 juta pengguna. Penyebaran pengguna internet di Indonesia masih di dominasi di pulau Jawa sebanyak 65 persen (86,3 juta orang) disusul dengan Sumatra (15,7 %), Sulawesi (6,3%), Kalimantan (5,8 %), Bali dan Lombok (4,7%), Maluku dan Papua (2,5%).

Dari jumlah tersebut (132,7 juta pengguna), sebanyak 80 persennya (94,6 juta pengguna) merupakan pengguna internet usia 20 sampai 39 tahun. Didominasi oleh profesi karyawan swasta (23,8 juta pengguna), wirausaha kecil (20 juta pengguna), mahasiswa (18 juta pengguna), PNS (14,9 juta pengguna), pelajar (11,3 juta pengguna), Ibu rumah tangga (10,8 juta pengguna) dan profesi lainnya dibawah 10 juta.

Akses internet di Indonesia masih didominasi melalui perangkat bergerak (internet mobile) sebanyak 69 persen (92,8 juta pengguna) disusul oleh internet rumah 13,3 persen (17,7 pengguna), fasilitas internet kantor 11,2 persen (14,9 juta pengguna) dan sisanya menggunakan internet kampus, kafe hingga warnet.

Adapun motif penggunaan internet di Indonesia sebagian besar masih untuk keperluan update informasi (31,3 juta) disusul penggunaan terkait info pekerjaan (27,6 juta), mengisi waktu luang (17,9 juta), sosialisasi (13,6 juta), pendidikan (12,2 juta), hiburan (11,7 juta) dan bisnis (10.4 juta).

Sementara itu, konten komersial yang paling sering dikunjungi oleh pengguna internet di Indonesia sebagian besar adalah online shop (62%) dan bisnis personal (34,2%). Untuk konten media sosial yang paling sering dikunjungi ialah facebook (54%), Instagram (15%) dan Youtube (11%).

Perangkat yang dipakai oleh user internet di Indonesia masih didominasi oleh perangkat mobile (47,6%), mobile sekaligus komputer (50,7%) dan komputer (1,7 %). Dengan sebanyak 90,2 persen menggunakan langganan internet mobile paket bulanan yang rata-rata didominasi memilih paket 2 gigabyte per bulan (41,2 juta pengguna) paket 3 gigabyte per bulan (27,9 juta pengguna) dan paket 1,5 gigabyte per bulan (19,9 juta pengguna).

Enam besar jenis konten internet yang paling sering diakses oleh pengguna di Indonesia adalah media sosial, hiburan, berita, pendidikan, komersial, dan layanan publik. Sementara itu, sebanyak 84,2 juta pengguna internet di Indonesia pernah melakukan transaksi online dan sebanyak 130,2 juta pengguna telah mengetahui internet sebagai tempat jual beli barang dan jasa.

Soal email, pengguna internet di Indonesia telah menggunakan via smartphone (84,6 juta) dan via komputer (46,4 juta) dengan didominasi oleh Google (81,8 juta), Yahoo (43,6 juta) dan email perusahaan (5 juta).

Terkait soal penggunaan email ini, Sekjen APJII Henri Kasyfi Soemartono menyatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan beberapa langkah untuk menegakkan kedaulatan digital di Indonesia.

“Kita sudah membuat Koperasi Digital (DigiCoop) di Indonesia, nantinya karena ini bentuknya koperasi maka semua elemen masyarakat dapat ikut berpartisipasi melalui produk smartphone yang akan diproduksi dan didistribusikan kepada anggota. Juga soal kepemilikan satelit yang sedang kita dorong agar dapat dimiliki bersama manfaat dan keuntunganya melalui koperasi,” tukas Henri.