Kebutuhan Energi Tumbuh 7%, Indonesia Harus Manfaatkan EBT

107

Teknopreneur.com – Kendati memiliki sumber daya energi yang lengkap—minyak bumi, gas, dan batubara—bukan berarti Indonesia memiliki ketahanan energy yang kuat. Penggunaan sumber daya energi fosil yang berlebihan, ditambah dengan ekspor bahan energi mentah membuat Indonesia akan kehilangan sumber daya energi dalam waktu cepat.

Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM Farida Zed mengatakan, cadangan sumber energi fosil terus menurun disebabkan oleh karena proses pembentukannya agar menjadi energi sendiri memerlukan waktu hingga jutaan tahun. Adapun kebutuhan Indonesia terhadap energi saat ini tumbuh rata-rata 6,5-7 persen setiap tahunnya. Hanya segelintir negara di dunia ini yang kebutuhannya sedemikian besar.

“Sangat besar kebutuhan energi kita. Tidak banyak negara yang berkebutuhan sebesar ini. Hanya China, Amerika Serikat dan kita,” ucapnya di Balai Kartini, Jakarta, Senin (29/8/2016).

Sementara itu, lantaran sejak 15 tahun belakangan belum ada temuan cadangan baru. Indonesia masih mengandalkan gas bumi dari hasil temuan lama.

Untuk itu mau tidak mau Indonesia harus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi baru terbarukan. Berdasarkan catatan yang ada Indonesia memiliki potensi energi panas bumi sebesar 29.000 MW. Sementara bioenergi sebesar 34.000 MW, energi hydro (air) sebesar 19.000 MW, potensi energi laut hingga 61.000 MW. energi angin mencapai 107.000 MW, tenaga bayu (PLTB) 3,61 MW alias cuma 0,0034%, lalu dari sinar matahari sebesar 560.000 MWp. Sejauh ini kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia baru 70 MWp. Tinggal bagaimana komitmen pemerintah untuk merubah paradigm dari energi fosil menjadi energi baru terbarukan.