Teknopreneur.com – Jaringan internet di Indonesia sudah menggejala ke seluruh pelosok negeri, dengan beragam alat teknologi modern seperti personal computer, laptop, tablet dan smartphone, kemajuan keterbukaan informasi tak dapat lagi terbendung dan akan menjadi semakin mutakhir di masa yang akan datang. Hingga naskah terbit belum diketahui kapan titik jenuh internet akan terjadi dan tampaknya memang penggejalaan internet takkan mencapai titik jenuh, bahkan akan terus berkembang di masa yang akan datang.

Pembentukan APJII pada tahun 1996 dilakukan karena kebutuhan para Penyelenggara Jasa (Akses) Internet. Dipandang perlu untuk mengimbangi perkembangan jaman, yang apabila beberapa hal dilakukan bersama akan memberikan kinerja dan efisiensi layanan internet yang lebih baik. Pelayanan jasa internet kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan Layanan Distribusi Alamat Protocol Internet (IP Adresses) dan Layanan Internet Exchange.

Kebutuhan penyelenggara jasa internet akan ketersediaan end to end infrastruktur atau jaringan agar memungkinkan penyediaan jasa ke pengguna tetap merupakan permasalahan signifikan dari awal dan tetap menjadi agenda utama APJII. Hingga 2015, APJII telah memiliki lebih dari 300 anggota Penyelenggara Jasa Akses Internet (PJI) dan melayani kebutuhan Alamat Protocol Internet (IP Adresses) ke lebih dari 400 institusi sebagai direct member non-PJI.

APJII juga melakukan berbagai terobosan di bidang industri, dan memberikan kontribusi setiap tahunnya. APJII juga menyelenggarakan riset dan survey pasar industri internet Indonesia yang hasilnya diumumkan secara gratis ke seluruh anggota APJII bahkan dapat diunduh oleh publik. Di masa mendatang, teknologi akan semakin merambah secara luas hingga ke tingkat rumah tangga, peran APJII juga akan semakin penting hingga ke tingkat masyarakat pengguna.

Dengan terus berkembangnya teknologi dan penggunaan internet, peran APJII telah meluas tidak hanya bagi Penyelenggara Jasa Internet, namun juga bagi penyelenggara jasa berbasis internet lainnya seperti penyedia konten, pembuat aplikasi, penyedia payment gateaway dan pelaku e-commerce bahkan juga meluas ke berbagai institusi serta korporasi.

Pada pertumbuhannya, internet mengalami berbagai kemajuan dan perubahan, APJII senantiasa melakukan inovasi-inovasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan membantu para anggota dalam menyediakan jasa internet yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Memasyarakatkan internet dalam menunjang pengembangan sumber daya manusia di Indonesia juga menjadi peran yang ditempuh APJII.

APJII pun mendukung terciptanya peluang bisnis pengusaha Indonesia melalui penyediaan sarana informasi dan komunikasi global. Dengan turut membantu pemerintah dalam usaha pemerataan ekonomi di tanah air melalui kesempatan akses terhadap informasi dan komunikasi secara merata di seluruh pelosok Indonesia. Sementara, pada saat yang bersamaan membantu para anggota dalam menyediakan sumber-sumber informasi mengenai Indonesia, dan meningkatkan partisipasi masyarakat Indonesia dalam kerjasama internasional.

Sejauh ini APJII telah membina dan mengembangkan rasa kesatuan dan persatuan di antara para anggotanya dan melindungi kepentingan para anggota. Apabila ada sengketa terjadi maka APJII melakukan advokasi terhadap usaha arbitrase dalam arti menengahi, mendamaikan dan menyelesaikan perselisihan yang terjadi.

Dengan melakukan pelayanan komunikasi dan konsultasi antar anggota, antara anggota dan pemerintah dan antara anggota dengan asosiasi dan organisasi semitra di dalam dan luar negeri, serta dunia usaha pada umumnya, diharapakan APJII dapat menggenjot pertumbuhan internet dan perekonomian. APJII juga menjembatani hubungan dengan badan perekonomian dan badan-badan lain yang berkaitan dan bermanfaat bagi anggota, baik nasional maupun internasional.

APJII juga mengemban misi untuk menjadi mitra pemerintah dalam membangun sarana informasi dan komunikasi nasional juga internasional, sehingga seluruh sumber daya yang ada dapat digerakkan secara terpadu, efisien dan efektif.

APJII saat ini merupakan satu-satunya badan di Indonesia yang berwenang untuk mendistribusikan IP Adresses, yang kemudian digunakan oleh penyelenggara jasa internet untuk menyediakan layanan ke pelanggannya atau kepada institusi untuk kepentingan internalnya. Tanpa IP Adresses maka layanan internet tak dapat terselenggara. Kewenangan ini di delegasikan oleh Asia Pacific NIC (Regional Internet Registry) yang berbasis di Australia. Di dunia terdapat lima Regional Internet Registry yaitu APNIC (Asia Pacific), AfriNIC (Afrika), RIPE (Eropa), ARIN (America Utara) dan LACNIC (Amerika Selatan).

Untuk dunia usaha APJII memberikan layanan Trust Mark APJII-IDNIC Seal atau Logo yang dapat ditempatkan oleh penyedia aplikasi, konten, Payment Gateaway atau e-commerce pada website dan aplikasi mereka. Dengan adanya logo atau seal tersebut menunjukkan bahwa website atau aplikasi yang bersangkutan menggunakan IP Adresses yang telah terdaftar di APJII yang berarti adanya kejelasan pengelolaan, sehingga memberikan rasa aman kepada pengguna aplikasi atau pengunjung website.

Selain itu APJII memberikan pelayanan Internet Exchange yang merupakan hub penghubung para penyelenggara jasa internet yang berada dalam area geografis yang berdekatan. Hal ini merupakan cara untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi jaringan internet agar masyarakat dapat dengan lebih cepat mengakses internet. Guna lebih mendukung aksesbilitas dan memaksimalkan internet ke masyarakat, APJII membuka kemungkinan secara khusus bagi penyedia aplikasi, konten, payment gateaway, e-commerce dan cache provider untuk langsung terkoneksi ke node APJII-IIX.

Hingga tahun 2015, terdapat 10 titik APJII-IIX yang saling terhubung yaitu Batam, Medan, Pekan Baru, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Surabaya dan Denpasar. Di masa yang akan datang, titik IIX akan terus di perbanyak hingga mencapai satu titik per provinsi. Didalam jaringan internet, setiap internet server yang dapat diakses dilengkapi IP Adresses sehingga jelas jika hendak dicapai. Tentu saja untuk mengakses server informasi tersebut amatlah sulit apabila harus mengingat seluruh nomor dari server-server informasi tersebut, sehingga untuk mempermudah dibuatlah konvensi penamaan server dengan nama yang user friendly seperti www.apjii.co.id (Lin)