Membangun dan membesarkan sebuah ide usaha startup bukanlah perkara mudah, namun bisa dilakukan dengan ketekunan dan kemauan dalam menggeluti setiap ide bisnis yang telah tercetus dan terbentuk. Untuk mempertahankan startup juga di butuhkan strategi keuangan dalam hal ini yang terkait dengan modal.

Pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI menggulirkan berbagai program untuk menyemarakkan dunia usaha, terutama di bidang teknopreneurship. Pada acara BRI Teknopreneur Forum yang digelar di gedung Teknopreneur Kebayoran Lama, para narasumber menyampaikan kiat-kiat menggeluti startup dan upaya-upaya pendukungnya dengan tema Financial Literacy : Bootstraping vs Fundraising.

Deputi Bidang Infrastruktur, Badan Ekonomi Kreatif RI, Hari S Sungkari mengungkapkan, hingga tahun 2020 pemerintah pusat menargetkan 1000 pengusaha di bidang teknopreneur dan Bekraf menggulirkan berbagai program untuk mendukung tercapainya target tersebut. Guna memenuhi target tersebut Bekraf melakukan pendampingan kepada pengusaha-pengusaha kreatif di seluruh Indonesia.

Hari S Sungkari mengutarakan, bukanlah hal yang mustahil target pemerintah untuk tercapai, di topang dengan sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia dan memiliki wawasan serta kreatif, maka untuk mencapai target 1000 pengusaha kreatif dapat tercapai. Meski untuk mencapai target tersebut Bekraf butuh dukungan banyak pihak terutama di bidang permodalan.

Untuk permodalan di bidang industri kreatif memang sangat dibutuhkan, di masa yang lalu kebutuhan untuk mendukung dan menyokong industri kreatif masih minim, namun kini lembaga-lembaga keuangan seperti perbankan telah membuka peluang untuk adanya pendanaan bagi startup atau industri kreatif nasional.

Beberapa cara pendanaan dapat dilaksanakan di antaranya adalah Bootstraping dan Fundraising. Bootstraping merupakan metode pembiayaan usaha kreatif secara mandiri atau berdasarkan modal dari pemiliknya sendiri, dengan mengoptimalkan penghasilan yang bertumbuh secara berkala, Bootstraping meskipun tampak lamban namun kemajuannya jelas dan nampak pertumbuhan usahanya.

Kemudian Fundraising, adalah metode pendanaan usaha industri kreatif yang di topang atau di dukung oleh suntikan modal dari pihak investor, dimana innovator menggulirkan gagasan bisnisnya kepada investor untuk mendapatkan dukungan pendanaan.

Co-Founder Bukalapak.com, Fajrin Rasyid mengungkapkan, pada awalnya Bukalapak menempuh metode Bootstraping dalam pendanaan usaha kreatifnya, setidaknya di dua tahun masa awal terbentuknya Bukalapak.com melakukan pendanaan mandiri yang berasal dari penggagas Bukalapak.com. Awalnya sedikit sulit, namun dengan ketekunan yang dilakukan Bukalapak.com, membuat startup mampu bertahan hingga sekarang.

Fajrin Rasyid mengutarakan, bahwa kebutuhan modal memang perlu, namun tak selamanya faktor pendanaan menjadi prioritas utama, yang penting adalah agar Bukalapak dapat eksis dan dikenal oleh masyarakat dan pendanaan pun akan dengan sendirinya mengalir berdasarkan kerja keras yang dilakukan oleh tim Bukalapak.com. Bersama dengan berjalannya waktu tingkat kepercayaan terhadap usaha kreatif akan bertumbuh dan modal dari para investor akan mampu di raih oleh Bukalapak.com

Forum yang di prakarsai oleh Teknopreneur dan BRI inipun banyak menarik minat masyarakat, khususnya yang berkecimpung di bidang teknopreneurship. Dengan berbagai dukungan yang diberikan BRI serta kerjasama dengan berbagai komunitas, BRI Teknopreneur Forum dapat terselenggara dengan baik. Kebutuhan informasi untuk permodalan industri kreatif demikian terasa dari animo peserta yang hadir di forum.

Perwakilan dari Bank Rakyat Indonesia, Suwardi Horasman mengungkapkan, beberapa tahun yang lalu permodalan untuk industri kreatif belum menjadi prioritas bagi lembaga keuangan perbankan. Bersama dengan maraknya startup dan program Bekraf serta dukungan pemerintah pusat membuat lembaga keuangan perbankan mulai melirik industri kreatif. Sekarang sudah banyak program keuangan yang di gulirkan perbankan terkait permodalan industri kreatif nasional.

Suwardi Horasman mengutarakan, perbankan melihat begitu besarnya potensi yang ada di industri kreatif nasional sehingga untuk melakukan pendampingan, dukungan dan sokongan permodalan dapat dilakukan dengan mudah. Sekarang dengan bermodalkan ide dan gagasan usaha yang bagus dapat membentuk startup yang di masa datang akan menjadi sumber-sumber usaha industri kreatif yang menarik dan berpotensi untuk mengkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh sebab itu, pemerintah pusat bersama Bekraf dan BRI melakukan upaya-upaya dan membentuk program-program untuk mendukung pertumbuhan industry kreatif nasional.