Teknopreneur.com-Mendapatkan dana segar dari investor sepertinya mimpi hampir semua startup, namun apa daya jika  pelibatan investor justru sering menyebabkan perusahaan lebih fokus ke peningkatan valuasi perusahaan, ketimbang memperkokoh fundamental bisnisnya. Oleh sebab itu Teknopreneur Indonesia berkerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia mengadakan acara BRI Teknopreneur Forum 2016 yang bertema “Literasi Finansial Bagi Startup”.

Menurut Adie Marzuki, CEO Teknopreneur Indonesia, Forum Literasi Finansial  ini akan membahas tentang peluang dalam membangun perusahaan secara bootstrapping, dengan memperkenalkan jasa-jasa finansial pembiayaan perusahaan atau proyek, tanpa harus melibatkan investor. Dalam event ini kita akan membuka peluang komunikasi dengan lembaga keuangan untuk menunjang pertumbuhan atau pendirian startup oleh Teknopreneur.

Workshop perdana dilaksanakan semalam 13 Mei 2016, pukul 19.00 di Digital Innovation Lounge (DILo), Gedung Balemotekar Jalan Banda  No 40 Bandung yang akan menghadirkan Indra Purnama (Angel.id) dan Jamalul Izza, (Ketua APJII).  

Sementara Managing Partner Angel.id, Indra Purnama agar tak terjadi permasalah di kemudian hari seperti bisnis tidak jalan atau malah setelah diberikan investasi. Baik investor maupun startup sebelum berkerja sama harus mempelajari dulu visi dan misi pihaknya. Kemudian melihat komitmennya baru melakukan perencanaan yang matang untuk ke depannya sehingga tak ada pihak yang merasa dirugikan. Dan fundamental bisnis keduanya bisa lebih berkembang.

Angel.id sendiri tak ingin memberikan investasi kepada sembarang startup. “Jadi sebelum memberikan dana pre seed. Biasanya angel.id akan berinvestasi kepada startup yang sudah berproses dalam mengembangkan usahanya bukan sekedar ide. Kemudian setelah diberikan dana, mereka mampu berkomitmen dan mampu mempertahankan fundamental bisnisnya, selain itu mengembangkan produknya dan memasarkannya di pasaran. Jika mereka sudah berhasil maka akan diberikan lagi dana seed, agar usaha mereka lebih berkembang,” terang Indra.

Serupa dengan Angel.id, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) juga turut membantu perkembangan startup. Menurut Jamal, APJII akan memberikan dana investasi kepada startup jika secara badan usaha adalah anggota APJII dan secara individu adalah anggota koperasi. Selain itu syarat mendapatkan investasi dari APJII adalah  mengikut sertakan aplikasi mereka ke dalam Liga Digital Indonesia.

Selain Angel.id dan APJII, BRI sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia juga turut membantu memberikan dana kepada startup Indonesia, asal telah memenuhi syarat yang sudah diberlakukan oleh BRI. Seperti masa usaha dan idenya sesuai.  Andini, Wakil Kepala Divisi Transaction Banking, BRI mengatakan rencananya BRI akan melaksanakan kompetisi untuk pelaku startup, sehingga didapatkan bibit-bibit startup yang sesuai untuk diberikan investasi.