Teknopreneur.com-Menurut Kepala Pustekkom Kementerian Pendidikkan dan Kebudayaan Ari Susanto, mengatakan dari segi infrastruktur  pendidikan di Indonesia memang belum merata. Untuk internet, menurut data Pustekom 28 Desember 2015, sekolah yang sudah terakses internet ada 163196 sekolah atau 77,60%.  Sedangkan yang belum terakses internet ada 48582 sekolah.

Untuk wilayah Sumatera 75,47% atau 38.856 sekolah,  Jawa 89,24% atau 85.450, Kalimantan 61,89% atau 10.681 sekolah, Bali 86,57 2.745 sekolah, Nusa Tenggara 68,22% atau 8.038 sekolah,  Sulawesi 61,79% atau 14.202 sekolah, Maluku 39,51% atau 1.850 sekolah dan Papua 29,27  atau 1.344 sekolah.

Sedangkan untuk listrik sendiri ada sekitar 30.000 sekolah tak ada listriknya. Ada perbedaan catatan antara ESDM dengan Pustekom tentang ketersedian listrik di sekolah. Meskipun tercatat ada itu sudah mati. Di sekolah itu sudah ada sumbangan listrik dari kementerian ESDM, namun karena listrik itu dipasang tanpa diiringi keahlian listrik. Jadi listrik  tersedia ada setahun, namun karena maintenance tak ada jadi mati dan ada juga yang listriknya mati karena sekolah tersebut tak mampu membayar.

Untuk industri konten edukasi di Indonesia sendiri belum banyak belum banyak namun sedang kita dorong.  “Jika dibilang siap ya belum, namun realitanya aplikasi edukasi sudah ada meskipun terbatas, jadi fifty-fifty, mau tak mau dijalankan. Saatnya mendorong tak mungkin mencegah teknologi yang sudah masuk ke ranah edukasi,”kata Ari.