Teknopreneur.com-Indonesia sepertinya menjadi daya tarik sendiri bagi luar negeri, bukan hanya sebagai market yang potensial tapi juga sebagai tempat untuk melakukan penelitian. Buktinya saja, pemerintah Perancis baru saja menandatangani deklarasi bersama program nusantara untuk mengembangkan dan mendalami kerja sama riset ilmiah dan pengembangan teknologi antara kedua Negara.

Penandatangan dilakukan oleh Dirjen Pengembangan SDM Kemenristekdikti Ali Ghufron dan Counselor Corporation Kedubes Prancis, Marc Piton, yang disaksikan oleh Menristekdikti, Bapak Mohamad Nasir dan Dubes Perancis untuk Indonesia, Ms. Corinne Breuzé di Kementrian Ristekdikti Senayan, Selasa (2/2).

Diungkapkan Menristekdikti Mohamad Nasir, Program Nusantara berfokus pada tujuh area riset, yaitu pangan dan pertanian, kesehatan dan pengobatan, komunikasi dan teknologi informasi, perhubungan dan transportasi, nano technology, teknologi pertahanan, energi dan kemaritiman.

’’Kita akan menjalin kerjasama dengan Prancis yang bisa menciptakan sesuatu yang inovatif. Kita akan meminta peneliti Prancis untuk membagi teknologi dan pengetahuannya dengan melakukan penelitian dan tinggal di Indonesia dalam kurun waktu 1 tahun,’’ kata Nasir.

Nasir berharap, kerjasama ini mampu meningkatkan kualitas SDM dalam menghadapi era globalisasi.

Senada dengannya, Corinne Breuzé, menyatakan bahwa pihaknya merasa bangga karena Indonesia telah memilih Prancis dalam hal kerjasama riset dan alih teknologi. ’’Penelitian merupakan hal yang penting dan fundamental bagi suatu negara. Prancis menyiapkan 3,5% dari APBN untuk riset,’’ ujarnya.

Ia menambahkan, bagi Prancis kerjasama ini penting. Karena itu, ia mengharapkan ini menjadi kerjasama dua arah, di mana bukan hanya peneliti Indonesia yang datang ke Prancis tapi juga sebaliknya.

’’Saya harap pada pertemuan kedepannya sudah ad’’Saya harap pada pertemuan kedepannya sudah ada nama-nama siapa yang akan ditukarkan,’’ jelas Corinne Breuze.

Menurut Corrine, pada 1 Februari 2016, pihak Kedutaan Prancis sudah meluncurkan Program Nusantara ini di campusfrance.org/nusantara dan mulai menerima pendaftaran bagi para peneliti yang ingin bergabung. Program ini akan dibuka hingga 29 Februari 2016.

Diungkapkan pula, bahwa akan diadakan pembicaraan lebih lanjut mengenai program nusantara ini pada 5-6 April mendatang di La Rochelle, Prancis.

Dari pihak kemenristekdikti, Ali Ghufron, menyatakan bahwa dari kemenristek akan menunggu proposal masuk melalui pendaftaran online di website kemenristekdikti, baru setelah itu masuk proses saring dan seleksi.

’’Hasil pendaftaran akan diumumkan tanggal 29 Februari dan akan dipilih 15 orang. Calonnya bisa dari peneliti, dosen, kerjasama mahasiswa dan dosen dan akan melibatkan penelitian data-data dan data sharing,’’ kata Ali Ghufron.