Teknopreneur.com- Tak mudah bagi startup untuk bertahan ditengah persaingan. Terlebih lagi persaingan bukan hanya berasal dari lokal namun juga global. Masalah finance pasti menjadi salah satu kendala, sehingga tak sedikit startup yang berharap ada dana segar dari investor.

Namun angin segar yang berasal dari investor tak kunjung datang. Ada juga yang datang namun ternyata investor yang justru menjadi benalu, sehingga lambat laun justru mematikan perusahaan.

Lalu bagaimana caranya agar itu tak terjadi bagi perusahaan startup? Buka Lapak perusahaan yang sudah berkali-kali medapatkan dana segara dari investor dalam maupun luar negeri pun memberikan tipsnya.

Menurut, Muhamad Fajrin Rasyid,  Co-founder and CFO at Bukalapak ini mengatakan dalam memilih rekan bisnis itu harus dipikirkan matang seperti memilih pasangan hidup. Apalagi jika memilih investor itu harus selektif jika tidak selektif bisa-bisa kita justru diperbudak bahkan dimatikan. Menurutnya ada empat cara untuk memilih investor yaitu monetary, kira-kira marketnya besara atau kecil, perencanaanya bagus tidak.

Kedua, Term bagaimana sikap mereka kepada kita, adakah kemungkinan mereka justru akan mendominasi perusahaan sehingga kita hanya menjadi pesuruhnya dan tak bisa menjalankan perusahaan seperti yang kita impikan. Dan ada baiknya kalian memiliki teman dekat legal sehingga kalian mengerti hukum sehingga kita investor tak bisa sembarangan  mengatur kita. Ketiga Skill, bagaiaman dengan pengalaman dan kemampuan calon investor. Dan terakhir network, bagaimana jaringan mereka. Punya network besarkah yang bisa kita jadikan untuk investor selanjutnya.

Dan  jangan terlalu berharap ada investor yang ingin berinvestasi. Anda sendiri yang memulai untuk menarik investor.  Aplikasi yang kalian buat harus memiliki keunggulan dibandingkan dengan aplikasi lain. Sehingga investor tertarik untuk menginvestasikan. Karena investor itu tak ada yang ingin mengalami kerugian.

Selain itu,Anda juga harus membuktikan ke investor bahwa perusahaan Anda mampu tumbuh siginifikan. Karena kita startup berbeda dengan perusahaan pada umumnya yang rata-rata tumbuhnya 20 persen per tahun, startup justru harus tumbuh minimal 20 persen perbulan. Buka Lapak sendiri telah membuktikannya dengan omzet yang naik hingga 500-700% pertahunnya.  Dan sejak tahun 2011 sudah ada empat investor yang menanamkan modalnya ke Buka Lapak, seperti Batavia Incubator tahun 2011, Gree tahun 2012 dan 2014, serta Emtek di tahun 2015.

Buka Lapak pun memberikan satu resep andalannya yakni Elevator Pitch. “Jika kamu tiba-tiba di jalan bertemu dengan orang sukses yang kira-kira layak menjadi investor kamu. Anda harus percaya diri untuk mendekatinya dan dalam waktu 30 menit mampu mempresentasikan perusahaan Anda berserta keunggulannya. Sehingga orang hebat tersebut tertarik untuk menjadi investor Anda,”terang lulusan ITB ini.