Teknopreneur.comSiapa sangka aplikasi yang dibuat atas tuntutan memenuhi tugas dari mata kuliah Mobile Game Creative Design di BINUS University yang diambil pada semester ini akhirnya masuk dalam liga digital 2015. Tugas dari sang dosen adalah mahasiswa wajib membentuk kelompok dan menggunakan momentum liga digital untuk bersaing dan menunjukkan aplikasi yang dibuat secara lebih luas.

Mezcla adalah nama applikasi ini, merupakan sebuah game multiplayer. Jika game lain memiliki target semua kalangan maka Mezcla mengkhususkan target utama mereka adalah untuk di implementasikan di restoran atau cafe. Game ini akan disupport multiplatform sehingga diharapkan pihak restoran atau cafe menyediakan sebuah tablet di tengah setiap meja sehingga pengunjung dapat bermain dengan memanfaatkan tablet yang dikoneksikan dengan perangkat genggam mereka.

Tablet yang disediakan tersebut tak hanya difungsikan untuk bermain saja tetapi dapat juga digunakan untuk menerima pesanan, memanggil pelayan dan lainnya. Hal ini juga bertujuan untuk mengenalkan konsep smart city yang sedang diusung Jakarta secara lebih luas.

Untuk dapat mulai bermain Mezcla, beberapa persyaratan yang perlu dilengkapi adalah adanya jaringan Wi-Fi, sebuah perangkat sebagai server dari permainan (disarankan berlayar besar), dan sebuah perangkat untuk setiap pemain (maksimal 4 pemain). Saat pertama kali membuka game, pengguna akan diminta untuk memilih menjadi server atau client, kemudian pilih pilihan server pada perangkat server (tablet) dan client pada perangkat lainnya. Pengguna kemudian dapat membuat nama room yang diinginkan dan nama dari sertiap client yang terkoneksi. Setelah room dibuat, pemain akan dapat memilih permainan yang ingin dimainkan di layar server karena mezcla yang berarti campuran terdiri dari berbagai permainan.

Ferico Samuel, salah satu anggota tim Mezcla mengungkapkan peningkatan jumlah aplikasi lokal memang penting, namun perlu diperhatikan bahwa bukan hanya jumlah yang harus dipenuhi atau dikejar melainkan kualitas dari aplikasi tersebut dan fungsionalitas serta utilitas dari aplikasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa Binus ini pun menyadari beberapa riset menyatakan game multiplayer seperti Mezcla akan lebih sulit berkembang karena diperlukan beberapa pemain untuk berinteraksi secara langsung, apalagi game ini membutuhkan sebuah perangkat tambahan, namun ia optimis karena pasar yang dituju jelas seperti restoran, cafe atau tempat ‘nongkrong’ lainnya.

“Kami menyasar pasar yang berbeda dibandingkan dengan aplikasi game yang banyak beredar di pasaran,” jelasnya.