Fasilitasi Capacity Building, BNI Eksplorasi Wisata Kota Magelang

42

Teknoprenuer.com – Banyak sekali potensi pariwisata di Indonesia yang belum dieksplor, terlebih lagi dengan kebudayaan yang beragam di Indonesia, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan mancanegara maupun domestik. Misalnya saja buah tangan khas daerah, seringkali menjadi alasan para wisatawan untuk mengunjungi tiap daerah di Indonesia.

Dan kali ini, Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan program Kampoeng BNI telah memperkuat pengembangan pariwisata di kawasan Candi Borobudur. Kampoeng BNI Wisata Borobudur ini, merupakan Kampoeng BNI ke-28 di Indonesia. Program ini diinisiasi oleh BNI sebagai upaya untuk dapat lebih memberdayakan masyarakat pelaku wisata di sekitar Candi Borobudur.

Menanggapi hal itu, Pemimpin Sentra Kredit Kecil Magelang, Theresia Sri Astuti mengatakan, penyaluran kredit kemitraan dari BNI disalurkan melalui Sentra Kredit kecil (SKC) BNI Magelang. “Persyaratan untuk mendapatkan kredit kemitraan dari BNI adalah usaha mikro yang belum bankable, tapi memilki peluang besar untuk berkembang (feasible) dan minimal sudah berjalan selama satu tahun,”ungkapnya, Senin (25/5).

Lebih lanjut, ia pun mengungkapkan, untuk pinjaman mulai Rp50 juta hingga maksimal Rp100 juta, dengan jangka waktu tiga tahun untuk Kredit Modal Kerja (KMK) dan lima tahun untuk kredit investasi, dengan bungan 6 persen flat per tahun. Capacity building yang dilaksanakan hari ini, secara periodik akan berjalan hingga bulan September 2015 di Sasana Kriya Kampoeng BNI Wisata Borobudur, Jowahan Wanurejo Borobudur, magelang.

Menurut Divisi Corporate Community Responsibility BNI, Muhammad Udaya menyatakan, dengan pemahaman bahwa wirausaha bukan sekedar kemampuan teknis melainkan juga karakter khusus untuk membangun karakter wirausaha yang tangguh adalah menjadi landasan utama capacity building ini. “Proses seleksi wirausaha unggulan yang paling siap untuk membangun atau mengembangkan usaha akan dijadikan acuan dan inspirasi bagi komunitas kampoeng BNI-nya,”ujarnya.

Untuk itu, pada agenda capacity building dihadiri pula Kampoeng BNI (KBNI) se-Indonesia, diantaranya KBNI Tenun Pandai Sikek Bukittinggi, KBNI Songket Palembang, KBNI Batik Wiradesa Pekalongan, KBNI Mete Imogiri Yogyakarta, KBNI Batik Lasem Pati, KBNI Sasirangan Banjarmasin, KBNI Kamasan Bali, KBNI Inggris Pare Kediri, KBNI Toraja Pare-Pare dan KBNI Tapis Lampung.

Pengembangan Kampoeng BNI bertujuan untuk menjadikan wisata di kota Magelang dan di kota-kota lainnya sebagai sarana eduwisata dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Hal ini dilatarbelakangi oleh keberagaman budaya luhur, kekayaan potensi objek wisata, yang diharapkan dapat dikelola menjadi destinasi wisata yang menarik dan memiliki nilai jual bagi para wisatawan.