Teknopreneur.com– Siapa yang bilang orang kampung ketinggalan zaman. Karena sekarang orang kampoeng justru penggerak masa depan. Buktinya saja banyak inovasi-inovasi yang lahir justru dari daerah-daerah perkampungan. Salah satunya kampung Lumajang di Jawa Timur, keberadaanya patut diperhitungkan.

Seperti yang dikatakan oleh Tedy Tri Tjahyono, ketua Pusat Inovasi dan Kemandirian Indonesia Raya (PIKIR) saat mengisi Workshop Inkubasi Bisnis Kampoeng BNI Desa Kandang Tepus Kecamatan Senduro Lumajang (18-19/5). Menurutnya kampung yang memilki komoditi unggulan berupa pisang  dan juga produk olahannya ini memang harus diperhatikan, baik dari segi pendanaan maupun  pembinaan.

“Masyarakat disana mesti ditumbuhkan jiwa enterpreneurnya lewat pelatihan-pelatihan yang bersifat teknis hingga ke pemasaran. Selain itu mereka harus sering diberikan motivasi untuk mengembangkan usahanya,”tambah Tedy.

Dan melalui program Kampoeng BNI yang berkerjasama dengan Teknopreneur Indonesia ini masyarakat Lumajang diajak untuk mengembangkan potensinya. Program ini tak sekedar memberikan modal namun juga masyarakat yang berjiwa entrepreneur  dibina melalu beberapa tahap diantaranya;

1.      Pra Inkubasi 

a.       Sosialisasi dan Workshop

Mengundang wirausahawan binaan BNI untuk bergabung dalam program demi membangun atau mengembangkan usaha.

b.      Founder Preparation

Dengan pemahaman bahwa wirausaha bukan sekedar kemampuan teknis melainkan merupakan karakter khusus, maka pelatihan untuk membangun karakter wirausaha yang tangguh adalah landasan utama program ini.

c.       Championship selection

Proses seleksi wirausaha unggulan yang paling siap untuk membangun atau mengembangkan usaha dan menjadi acuan serta inspirasi bagi komunitas Kampoeng BNI-nya.

2.      Inkubasi

a.       Lean Business Approach

Peserta diarahkan dengan pendekatan Lean Business sehingga dapat tumbuh secara baik dan risiko kegagalan lebih rendah

b.      Workshop, Mentoring, Coaching

Dilaksanakan dalam format workshop, mentoring, dan coaching dengan melibatkan pelaku usaha (mentor) dan profesional (coach)

c.       Periodic Evaluation

Dilakukan proses evaluasi perkembangan perkembangan incubatee secara periodic.

3.    Post Incubation

a.    Akselerasi Bisnis

Ditujukan kepada UKM yang telah menemukan skema komersial dan model bisnis yang cocok, dilaksanakan dalam bentuk penyediaan layanan akses pasar yang lebih besar.

b.    Support System

Mengelola mitra alih-kelola yang jasanya dapat digunakan oleh UKM alumni program inkubasi.

c.     Business Partnership & Matchmaking

Memfasilitasi kerjasama saling menguntungkan dengan pihak lainnya, baik dalam hal pendanaan investasi, kredit usaha, dan kerjasama strategis lainnya.

Dan jika tahapan dari inkubasi ini selesai maka masyarakat Desa Lumajang, diharapkan bukan hanya bisa berinvensi namun juga berinovasi dan bisa memasarkan inovasinya hingga ke dunia industri.  Sehingga kampung yang selama ini dianggap ketinggalan zaman justru menjadi penggerak inovasi.