Teknopreneur.com – Masyarakat Indonesia belakangan ini mulai gemar dengan kegiatan berbelanja online atau yang sering disebut dengan online shopping. Menurut lembaga riset Brand and Marketing Institute (BMI) Research pada tahun 2015 ini, nilai transaksi e-commerce bisa mencapai Rp50 triliun.

Maka jangan heran, saat ini makin banyak pelaku usaha yang bergerak di bidang e-commerce. Bahkan, e-commerce yang satu ini bermula dari kamar kost di tahun 2008, hingga Pada pertengahan tahun 2013 lalu Sabas Network Group membuat situs penyedia layanan e-commerce  yang menjual alat perkakas, mulai dari alat atau mesin pertanian, peternakan, perikanan, maupun UKM yang diberi nama Sikumis.com.

Situs tersebut dilengkapi ratusan katalog dengan jumlah produk lebih dari 15.000 produk yang didukung oleh 300 brand besar. Untuk metode pembayaran, Sikumis memberikan berbagai pilihan, yakni  tunai, transfer bank, kartu kredit, serta e-payment. Selain itu, situs belanja online tersebut juga menawakan sistem kredit atas kerjasama dengan perusahaan leasing terbesar di Indonesia, dengan cakupan hingga 210 kota.

Tujuannya adalah untuk membantu para petani, nelayan, peternak, dan UKM Indonesia dalam mendapatkan alat dan mesin yang dibutuhkan. Kemudian, Sikumis juga menyediakan fasilitas dukungan tender untuk para supplier sebagai prasyarat mengikuti tender dengan harga penawaran terbaik, karena bekerja sama langsung dengan pemilik merek, pabrikan, atau distributor resmi di Indonesia.

Dan hingga saat ini konsumennya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pemda, BUMN, UKM hingga petani, nelayan, peternak termasuk juga ibu rumah tangga. Mengutip tanggapan pelanggan Sikumis.com, yang merupakan petani karet di pulau Kalimantan menyatakan “Sikumis membuat saya tidak perlu jauh jauh ke Jakarta untuk memenuhi kebutuhan perkebunan saya, apalagi produk alat panen sadap karet sulit dicari di daerah saya.”

Situs Sikumis.com pun berharap mampu untuk menjawab persoalan yang dihadapi oleh sejumlah konsumen, terutama yang berdomisili di beberapa daerah dan memiliki kesulitan dalam mencari produk yang dibutuhkan di daerahnya. Dan juga dapat memberikan keuntungan bagi pemilik merek atau pabrikan untuk lebih memperkenalkan produknya kepada konsumen tanpa perlu membuka cabang di setiap daerah.