Teknopreneur.com- Path semakin dekat dengan Indonesia. Apalagi dengan komitmennya membentuk kantor di Indonesia dan penunjukkan William Tunggaldjaja sebagai Country Manager Path Indonesia. William mengatakan pembentukkan satu-satunya kantor di luar Amerika, yakni di Indonesia ini mengingat potensi perkembangan Path di Indonesia sangat besar.

“Global user saat ini lebih dari 30 juta, daily activity-5 juta. Potensi di setiap negara semua ada, tapi Indonesia menjadi market yang penting karena jumlah populasi penduduknya terbesar ke empat di dunia,” terang pria asal Bandung ini.

Dengan penunjukkannya ini, William mengaku telah melakukan banyak diskusi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan Path di Indonesia termasuk bekerjasama dengan perusahaan payment gateway-Doku.

Kerjasama bersama  Doku ini dilakukan karena menurut William  kartu kredit tidak begitu dekat dengan masyarakat. Sehingga hanya untuk di Indonesia untuk melakukan pembelian Path Premium di luar skema kartu kredit dapat menggunakan sistem Doku, melalui ATM dan jaringan mini market milik Alfa Group.

Penggunaan kartu kredit memang belum terlalu umum di Indonesia. Hingga September 2014, jumlah kartu kredit di Indonesia ada sekitar 15,81 juta kartu, angka ini hanya naik 4,59% dari 15,12 juta per September 2013 lalu. Bahkan Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) memperkirakan, bisnis kartu kredit hanya akan tumbuh satu digit di tahun 2015. Seperti yang dikatakan oleh Steve Marta, General Manager AKKI kepada wartawan bahwa pertumbuhan jumlah kartu kredit hanya 5% di tahun 2015. Meski begitu ia tetap optimistis, dalam periode 3 tahun hingga 4 tahun mendatang, bisnis kartu kredit akan bertumbuh. Sebab, BI tengah giat-giatnya menggerakkan transaksi non tunai.

Alternatif pembayaran tersebut akan melengkapi kemampuan pembelian Path Premium melalui sistem toko aplikasi (dan kartu kredit) yang selama ini sudah tersedia. Pengguna Path bisa mengaksesnya melalui halaman Path Shop.