Teknopreneur.com- Mulai resah dengan tayangan televisi yang tak sehat dan tak bermanfaat? Jangan khawatir karena ternyata saat ini sudah ada aplikasi android bernama Rapotivi untuk memudahkan masyarakat mengadukan tayangan televisi buruk dan mengandung pelanggaran.

Roy Thaniago, Direktur Remotivi, yaitu perusahaan yang mendesain aplikasi ini dikutip dari situs Kominfo mengatakan inisiatif pembuatan aplikasi ini didasari bahwa banyak pengelola televisi gagal memenuhi hak warga untuk mendapatkan tayangan sehat dan bermanfaat.

“Frekuensi adalah milik publik. Pajak publik dipakai untuk membiayai pengelolaan frekuensi tersebut. Karena sudah meminjam frekuensi dan mengambil untung dari siaran iklan, maka stasiun TV wajib menyediakan tayangan yang sehat, benar, dan bermanfaat bagi publik,” kata Roy kepada wartawan.

Menurut Roy, aplikasi Rapotivi diharapkan bisa dapat menjembatani hubungan antara Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan masyarakat. Pasalnya, banyak pengaduan terkait tayangan televisi tetapi bingung cara menyampaikannya ke KPI.

Roy mengatakan setiap aduan yang masuk ke Rapotivi akan diverifikasi oleh tim Remotivi. Kemudian aduan tentang pelanggaran tayangan itu akan diteruskan ke KPI untuk diproses sekaligus mengawal proses pengaduan hingga ditanggapi oleh KPI. 

Ia juga menambahkan Rapotivi diciptakan untuk mempermudah KPI mendapatkan pengaduan langsung dari warga secara valid sekaligus mengawal hingga laporan tersebut diterima. 

“Aduan langsung dari masyarakat juga berfungsi sebagai sanksi sosial bagi industri televisi. Data aduan yang tersimpan di Remotivi juga bisa menjadi peringatan bagi pengiklan,” ujarnya.

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara menyambut baik peluncuran aplikasi Rapotivi ke masyarakat. Ia mengatakan pemerintah akan bergerak dengan KPI untuk memproses pelanggaran isi siaran.

“Jika saya melihat ada pelanggaran pasti diteruskan ke KPI. Jadi tidak selamanya pemerintah menunggu laporan dari KPI,” tegasnya.

Dalam satu bulan pertama, Remotivi menargetkan aplikasi yang sudah dapat di unduh di Playstore ini akan diunduh lima ribu masyarakat dari kalangan mahasiswa dan pekerja di bawah usia 45 tahun, mengingat usia tersebut dinilai kritis terhadap tayangan televisi. 

Kini apakah, Anda sudah siap mengadukan tontonan yang tak sehat dan tak bermanfaat?

Foto:www.eknazar.com