Teknopreneur.com- Sebuah restoran di Singapura mempekerjakan drone yang bisa terbang sebagai pelayan untuk restorannya. Awal bulan ini, dikutip melalui cnet.com sebuah restoran di Singapura, tepatnya di Timbre al fresco restoran bekerja sama dengan perusahaan robotika Infinium Robotika meluncurkan percobaan baru untuk menampilkan keandalan drone komersial membawa piring makanan dan minuman langsung kepada pelanggan.

Drone ini mampu membawa  beban hingga 2kg makanan dan minuman tanpa memerlukan pilot manusia untuk menjalankannya. Debut komersial drone terbang ini, akan mengisi salah satu dari dari lima restoran Timbre hingga akhir tahun ini, dan total biaya usaha dilaporkan sebesar US$800 ribu.

Apakah robot ini akan menggantikan karyawan mereka? Ternyata setelah adanya pelayan robot terbang ini, bukan berarti manusia tidak memiliki pekerjaan lagi. Karena drone terbang ini hanya didisain untuk membantu kekurangan akan kebutuhan staf di sana.

Edward Chia, Managing Director Timbre Group mengatakan bahwa mereka menggunakan drone ini hanya untuk membebaskan stafnya untuk dapat berinteraksi dengan pelanggan dan meningkatkan layanan secara keseluruhan. Karena nyatanya tenaga pelayan masih dibutuhkan untuk mengambil makanan dan minuman dari drone tersebut dan memberikannya kepada setiap pelanggan.

Setidaknya, drone ini akan menjadi pelengkap di Singapura, sebagai negara yang menghadapi kesulitan dalam perekrutan dan mempertahankan tenaga pelayan karena undang-undang baru di Singapura membatasi jumlah pekerja asing dan juga adanya norma-norma budaya dan sosial, sehingga banyak orang Singapura tidak ingin bekerja di industri jasa seperti menjadi karyawan di restoran.

Pemerintah setempat pun telah mengambil langkah-langkah untuk membantu perusahaan yang mengotomatisasi pekerjaan dengan memberikan program kredit inovasi produktivitas dan juga memberikan hingga 400% pengurangan pajak ketika perusahaan memilih untuk berinvestasi di TI atau peralatan otomatisasi .