Teknopreneur.com – Kebijakan reforming relokasi frekuensi 4G Long Term Evolution (LTE) untuk 1800 sudah ditandatangani Jumat, 13 lalu oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

Sebelumnya Rudiantara memang telah mengatakan bahwa kesepakatan untuk melakukan reforming sudah ada. Dan setelah ini tahapan aelanjutnya adalah menunggu implementasi dan pembicaraan lebih lanjut mengenai penetapan clustering.

Dalam statmentnya Rudiantara menjanjikan mulai pertengahan 2015, layanan 4G di band 1800 sudah bisa dinikmati oleh masyarakat, meskipun tidak langsung di seluruh wilayah Indonesia, masih berdasarkan clustering wilayah.

“Mudah-mudahan akhir tahun sudah bisa diselesaikan, sebelum melangkah untuk menetapkan 4G di Band 2100,” terangnya kepada wartawan.

Sementara dalam surat keterangan resmi, Sabtu (14/2) dikutip dari tempo.co, Ismail Ciawi mengatakan kebijakan untuk menata pita frekuensi 4G ini sudah melalui kesepakatan dengan para penyelenggara telekomunikasi.

Ismail menerangkan dari kebijakan ini, para penyelenggara komunikasi diminta untuk menyiapkan kesiapan implementasi penataan pita frekuensi radio 1800 MHz, termasuk dukungan pendanaan, perangkas, jasa, dan sumber daya manusia. 

Selain itu, para penyelenggara telekomunikasi diminta untuk mengadakan pertemuan perencanaan bersama dengan melibatkan Direktorat Jendral Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika dan Ditjen Penyelenggara Pos dan Informatika untuk membahas mekanisme dan jadwal migrasi yang berbasis wilayah sambil menjaga layanan kepada para pengguna telekomunikasi.