Teknopreneur.com – Sebuah perusahaan keamanan cyber terkemuka, Kaspersky Lab menemukan peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal itu dikarenakan, telah terjadi serangan cyber pada 100 bank, yang mengakibatkan kerugian hingga US$1 miliar atau jika dirupiahkan maka nilainya mencapai Rp12,7 triliun.

Perusahaan keamanan cyber asal Rusia tersebut mengatakan kelompok peretas memperoleh akses bank dengan cara mengirimkan email spam ke karyawan bank tersebut. Hal tersebut, seperti yang dikutip dari BBC, Senin (16/2).

Lebih lanjut, perusahaan menyatakan bahwa para hacker juga memanipulasi mesin uang untuk mencuri uang tersebut. Memang, bank yang paling banyak menjadi korban adalah bank yang berbasis di Rusia, tapi tak ayalnya di kawasan Ukraina, Uzbekistan, dan bahkan Tiongkok turut menjadi korban kejahatan dunia maya tersebut.

Kaspersky Lab sendiri mengatakan telah bekerja sama dengan Interpol dan Europol dalam menyelidiki kasus pencurian uang di internet ini. Menanggapi hal itu, Direktur Europol, Rob Wainwright mengatakan,“Para agen intelejen telah memberikan peringatan kepada para penegak hukum nasional dan bank-bank Eropa melalui European Banking Federation.”

Akan tetapi, jumlah uang yang berhasil dicuri dengan nilai US$1 miliar itu malah menjadikan pertanyaan oleh para ahli keamanan lainnya. Menurut peneliti dari Information Security Research Group University College London, Dr Steven Murdoch menyatakan,“Memang angka kerugiannya cukup besar, tapi jumlah yang disebutkan terkesan hanya dibesar-besarkan.”

Selain itu, menurut pakar keamanan cyber dari Surrey University, Prof. Alan Woodward mengatakan,“Tidak ada yang tahu angka angka pastinya, tapi yang jelas para peretas terlihat sangat gigih dengan perencanaan yang matang.” Dirinya pun mengatakan, perusahaan yang terkena dampak, tentu harus lebih meningkatkan keamanan lagi, agar tidak ada celah sedikit pun atas serangan hacker.