Teknopreneur.com- Pemerintah Indonesia akan mewajibkan setiap ponsel 4G yang masuk ke tanah air harus mencapai TKDN 40 persen. Bila tidak, maka ponsel tersebut terancam tidak bisa dijual di Indonesia. Upaya pemerintah ini kemudian disambut baik Samsung, mereka mengaku akan membuat pabrik di Indonesia.

Samsung mengungkapkan pihaknya sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum aturan tersebut bakal diresmikan pada 2017 nanti.

“Kami pasti ikuti aturan pemerintah. Soal TKDN, kami sudah merencanakan untuk buat pabrik ponsel di kawasan Jawa Barat,” kata Vebbyna Kaunang, Marketing Director, IM Business PT Samsung Electronics Indonesia (SEIN) dikutip dari situs resmi Kominfo (13/2)

Pabrik yang dikatakan terletak di kawasan Cikarang, Bekasi itu kabarnya akan menjadi basis produksi seluruh ponsel Samsung yang berada di Indonesia. Namun belum ada kejelasan apakah pabrik tersebut sebagai fasilitas perakit, atau pabrik yang akan difungsikan untuk membuat ponselnya sendiri. Sejauh ini Vebbyana menyebutkan pabrik tersebut masih dalam pengembangan, dan bukan tidak mungkin akan dioperasikan dalam waktu dekat.

“Ya, pabriknya sudah berdiri. Tinggal persiapannya saja. Soal kapan mulai beroperasi saya belum bisa komentar,” terangnya

Wacana ketentuan ponsel yang mengharuskan memiliki kandungan lokal minimal 40 persen digulirkan oleh Kementerian Kominfo dan Kementerian Perindustrian. Hal ini dibuat dengan pertimbangan untuk melindungi kepentingan industri dalam negeri. 

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatikaa mengatakan ia telah berbicara dengan Kementerian Perindustrian agar kandungan TKDN 40 persen di handset 4G adalah angka mutlak. Dia pun mengultimatum, bila tidak ada batas TKDN yang diajukan, maka Menteri Perdagangan Rachmat Gobel tidak boleh memberikan izin impor pada ponsel tersebut.