Teknopreneur.com – Aplikasi pesan singkat asal Negeri Sakura, Line baru-baru ini telah membuat sebuah layanan yang memungkinkan pemilik merek dan konsumennya untuk memasuki sebuah platform komunikasi yang sifatnya lebih personalityMessenger apps yang kini telah memiliki 170 juta pengguna aktif di seluruh dunia itu, sengaja membuat platform komunikasi semacam iklan baris untuk menggaet para UKM yang ingin mempromosikan bisnisnya.

Hal itu, seperti yang diungkapkan oleh perusahaan,“Layanan yang diberi nama Line@ akan memperluas potensi Line, misalnya saja toko dan fasilitas, brand, media, dan  operator bisnis online untuk menyampaikan informasi baru, berkomunikasi dengan klien dan kontak bisnisnya, membuat layanan reservasi, dan banyak lagi. Desainer, seniman, model majalah, dan lainnyajuga dapat memanfaatkan layanan ini untuk berkomunikasi secara personal dengan fans.”

Tak tanggung-tanggung, menurut kabar yang tersiar Line rela mengeluarkan dana hingga US$42 juta untuk membuat platform baru tersebut. Hal tersebut seperti yang dikutip dari laman TechCrunch, Kamis (12/2).

Memang tidak dikenakan biaya untuk menggunakan platform tersebut, tapi untuk akun gratis pengiriman pesan hanya dibatasi sampai 1.000 pesan per bulan. Namun, bagi pengguna dengan ID tertentu akan dikenakan biaya US$24 untuk tahun pertama dan US$12 untuk tahun berikutnya. Sedangkan, bagi pengguna yang ingin mendapatkan kuota lebih, harus membayar US$50 per bulan untuk 50.000 pesan.

Platform ini, tersedia untuk pengguna iOS maupun Android serta tersedia dalam 14 bahasa, antara lain Inggris, Perancis, Korea, Jepang, Rusia, dan Thailand, kecuali Cina. Hal itu dikarenakan, Tiongkok masih didominasi oleh pesaing terberatnya WeChat yang juga telah membuat aplikasi untuk para pebisnis.