Teknopreneur.com – Era perkembangan teknologi informasi, telah mendorong terjadinya peningkatan volume data. Secara teknis volume data yang begitu besar dan terdapat dalam database tradisional tentu akan kesulitan untuk mengolahnya, hal ini sekaligus mengacu pada fenomena pengolahan data dalam jumlah besar atau dikenal dengan big data.

Mungkin kita tidak pernah menyadari, bahwa kita sering bertemu dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan big data, dengan jumlah datanya mencapai miliaran atau bahkan triliunan. Tak perlu jauh-jauh, anda pasti tahu fitur autocorrect atau program pengolah kata yang saat ini banyak digunakan dalam mesin pencarian, email, atau bahkan pada perangkat mobile Anda. Hal tersebut, seperti yang dikutip dari laman TechCrunch, Rabu (11/2).

Fitur tersebut, digunakan untuk membantu memperbaiki ketika Anda salah mengetik yang kemudian memprediksi dan memberikan beberapa pilihan kata. Mungkin fitur ini, masih jauh dari kata sempurna, karena terkadang malah menampilkan pilihan kata yang terkesan ngawur, meski beberapa kata yang disarankan juga terkadang benar.

Kata yang disarankan oleh autocorrect pada dasarnya mengunakan algoritma untuk memeriksa kombinasi huruf yang diketik pada komputer ataupun smartphone Anda. Kombinasi huruf itulah yang akhirnya, menjadi tantangan bagi program pengolah kata mengenai perbendaharaan kata untuk kemudian dapat menyarankan kata dengan benar.

Tanpa bantuan big data tentu akan sulit untuk mengelola volume konfigurasi huruf, tapi dengan big data keyboard seakan menjadi semakin pintar. Di masa depan, para pengembang keyboard tentu akan memanfaatkan big data dan juga mesin pintar untuk diimprovisasikan pada berbagai jenis, tergantung fungsi serta basis keyboard tersebut berada.