Teknopreneur.com – Internet tidak hanya memberikan dampak positif, tetapi juga ada sisi negatif jika disalahgunakan.  Kasus ini, telah banyak menarik perhatian khalayak, terutama orang tua yang khawatir anaknya terkena dampak negatif dari internet, bahkan bukan di negara kita saja, tapi menurut penelitian di Inggris lebih dari setengah anak-anak atau sekitar 57% dari 2.000 anak usia 11-16 tahun terancam terkena dampak negatif dari penggunaan internet.

Penelitian tersebut bertepatan dengan peringatan Internet Safety Day atau Hari Keamanan Internet pada 10 Februari. Mereka pun seakan tak mau berlama-lama untuk membenahi masalah tersebut, dengan membuat sebuah aplikasi mobile yang bernama Be Smart, seperti yang dikutip dari laman BBC, Selasa (10/2).

Aplikasi tersebut memberikan kesempatan para anak-anak muda untuk terbuka tentang tekanan ataupun dorongan negatif yang dialami dalam kegiatan internet mereka. Selain itu, aplikasi yang akan diperkenalkan pada akhir tahun ini, akan memberikan akses bagi orang tua untuk mengawasi gadget ananknya yang digunakan untukberselancar di dunia maya.

Hal ini, juga menjadi perhatian bagi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara yang berencana untuk membentuk panel khusus, terkait laporan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan lembaga masyarakat lainnya mengenai dampak negatif dari penggunaan internet. “Kita akan bentuk panel untuk membatasi situs-situs yang tidak kita inginkan, apakah itu masalah child abuse, SARA dan sebagainya,”katanya seperti yang dikutip dari laman resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Kamis (12/1).

Lebih lanjut, ia pun menjelaskan panel tersebut akan diisi oleh orang-orang yang sesuai dan ahli di bidangnya. Panel itu akan dimintakan pendapatnya mengenai situs yang membahayakan, untuk kemudian dilakukan pemblokiran. Namun, dirinya tak menjelaskan kapan sebenarnya panel ini akan dibentuk.

Dirinyan pun menyatakan,“Tidak hanya melibatkan orang-orang yang mempunyai kapasitas yang tak diragukan lagi, tetapi juga turut melibatkan peran masyarakat.” Kemudian ia pun mengungkapkan, dengan dibentuknya panel tersebut diharapkan tak ada masalah lagi ke depannya.