Teknopreneur.com – Ketika Twitter mengalami penurunan laba pada hari Kamis lalu, satu hal yang pasti untuk meningkatkan kuartal burung kecil tersebut adalah peningkatan pengguna baru per bulan.

Twitter melakukannya dengan cara menarik pengguna baru yang aktif berjumlah 4 juta orang. Pada kuartal keempat pengguna aktif Twitter tumbuh 1.4 persen, dan turun 4.8 persen di kuartal ketiga, dan 6.2 persen di kuartal kedua, yang berarti tingkat pertumbuhan pengguna Twitter anjlok pada kuartal terakhir, dan belum ada tanda-tanda kecenderungan ini akan berbalik.

Mengapa investor tidak panik? Dilansir dari Venturebeat (08/02) Saat laba Twitter menurun, bisa dikatakan bahwa pertama investor melihat angka-angka seperti pengguna aktif bulanan, pendapatan, dan pendapatan iklan. Investor dan analis akan berpikir pendapatan Twitter sebesar $479 juta cukup baik dan lebih dari yang diperkirakan yang tadinya diharapkan hanya sebesar $453 juta. Pendapatan dari iklan tumbuh 97 persen dari tahun ke tahun.

Meskipun penigkatan melambat, hal yang lain terlihat bagus. Twitter sudah menemukan cara bagaimana cara mendapatkan uang dari user yang sudah ada, dan Twitter bertaruh tren seperti ini akan terus berlanjut.

Twitter masih sesuatu yang disayang pada indusri teknologi. Dan banyak investor Twitter yang bergantung pada teknologi. Itulah sebabnya investor memberikan perusahaan lewat pada kuartal ini. Twitter akan terus berdampak pada dunia dengan caranya yang unik. Perusahaan masih tampak cukup gesit untuk terus berkembang.

Twitter tidak perlu menjadi Facebook untuk terus bertahan hidup dan subur.

 

Penulis: Aswin Rahardianto