Pajak e-Commerce Dinilai Potensial

389
Ilustrasi Digital
Ilustrasi Digital

Teknopreneur.com –Belakangan ini dikabarkan pemerintah tengah membuat kebijakan untuk memberikan Pajak Penghasilan (PPn) sebesar 10% terhadap pemain OTT, termasuk e-Commerce baik untuk yang berasal dari global maupun lokal. Jika dilihat, memang saat ini para pemain OTT di Indonesia kebanyakan adalah penyedia layanan e-Commerce, yang dikatakan sudah memperoleh nilai transaksi hingga miliaran rupiah.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Ir. Bambang Heru Tjahjono M.Sc menyatakan, “Kedepannya itu nanti tahun 2019-2020 itu kan, semua bisnis akan menggunakan katakanlah internet ekomoni.” Lebih lanjut, ia pun mengungkapkan tantangan kedepannya ialah tergantung kreatifitas dari Si pengembangnya juga dalam mengedukasi, karena semuanya sekarang sudah mengarah ke bisnis online.

Dirinya pun mengatakan, bisa saja nanti pasarnya 60% tahun 2020 akan menggunakan elektronik. “Permasalahannya yang kita hadapi sekarang itu adalah mengenai pajak, karena pajaknya itu cukup potensial,”katanya usai melakukan penjurian Mandiri Young Technopreneur, Rabu (4/2).

Menurutnya, dari salah satu badan memprediksi pajaknya besar, mungkin angkanya bisa sampai Rp15-20 triliun. “Tentunya ini harus dibenahi, koordinasi antara kementerian dengan para stakeholder, misalnya Kominfo dengan Kementerian Perdagangan, Keuangan, Dirjen Pajak, Bank, dan sebagainya khususnya nanti di payment gateway­-nya semua proses masih di luar kan,”ungkapnya.

Ia pun menambahkan, di Peraturan Pemerintah No. 82 dikatakan perlu adanya gerbang nasional artinya sebagai single payment. “Itu adalah ranahnya teman-teman di BI, karena potensi pasarnya gede loh itu,”ujarnya.