Teknopreneur.com – Disamping nilai prospektif pajak yang akan ditetapkan pemerintah, justru menimbulkan kekhawatiran bagi para OTT lokal, khususnya para pemain e-Commerce. Hal ini, menjadi pertanyaan besar, apakah kebijakan pemerintah untuk menetapkan pajak 10% tersebut, malah menjadi penghambat bagi perkembangan bisnis e-Commerce Indonesia?

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Ir Bambang Heru Tjahjono M.Sc mengatakan,“Tentunya, ada tahapan ataupun kriteria khusus, yang namanya pajak harus tetap ada.” Lebih lanjut, ia pun menjelaskan itu tergantung bagaimana peran pemerintah dalam melakukan suatu yang sifatnya insentif.

Nggak mungkin kan, Amerika dibebaskan pajak. Dengan adanya Badan Ekonomi Kreatif, disitukan wadah untuk bagaimana insentif-insentif pemerintah bisa dilakukan, entah itu dalam bentuk edukasi, dalam bentuk capacity building, ataupun dalam bentuk bagaimana peningkatan infrastruktur,”katanya.

Kemudian ketika ditanya soal kriteria khusus untuk penetapan pajak e-Commerce oleh Teknopreneur.com, dirinya menjawab untuk saat ini belum ada. “Angka pajak yang diperkirakan bisa sampai Rp15-20 triliun itu, bisa dikatakan cukup memberikan gambaran, bahwa pengembangan dari luar negeri, seperti sosial media saat ini juga sudah mulai mengarah ke e-Commerce,”ujarnya.

Menurutnya, permasalahan justru terletak pada ketersedian infrastruktur, yakni payment gateway yang sampai saat ini belum dipegang oleh BI. Ia pun menuturkan,“Padahal dalam PP No.82 sudah dibilang, bahwa payment gateway harus ada, karena kalau nggak ada, kan susah. Payment gateway itulah, salah satu cara untuk memperbaiki tata kelola kita di bidang internet commerce.”

Dirinya juga menyatakan selain infrastruktur, security juga menjadi hal yang penting serta meningkatkan trust terhadap masyarakat tentunya. “Hampir semua itu kan kepercayaan, jadi bagaimana ketiga hal itu yang harus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan dari internet commerce di Indonesia,”ungkapnya.