Teknopreneur.com –  Di dunia ini ada 79,4juta penderita autis namun sayangnya untuk menyembuhkan autis memerlukan biaya yang tidak sedikit. Mencapai 80ribu/jam dan harus dilakukan terapi selama 64 jam/bulan.  Jika dihitung biaya yang dikeluarkan perbulan bisa mencapai Rp52juta/bulan.

Selain biaya yang mahal, terapi autis hanya bisa dilakukan di kota-kota besar saja.  Sehingga penderita autis yang kurang mampu dan tinggal di tempat jauh dari kota besar.  Untuk membantu para penderita Autis maka Muhammad Rizki Habib, Muhamad Wahidatul Ummah, dan Mentari Queen membuat aplikasi yang bernama CAKRA. Aplikasi ini bukan hanya untuk menerapi  penderita autis namun juga  Asperger, ADD, ADHD, Down Syndrome, retardasi mental dan lambat.

Aplikasi ini menggunakan hardware tambahan berupa kinect, mouse pen dan proton (Promth Button), yakni hardware yang kami desain khusus untuk membantu terapi kognitif dan okupasi penyandang autis.  Software pada aplikasi cakra juga dilengkapi dengan kecerdasan buatan yang ditanam di dalamnya. a.Diagnosa, meggunakan voice recognize, behavior  recognize yang menggunakan Repetitive Behav

Aplikasi ini terdiri dari beberapa fitur,  pertama structure treatment, fitur untuk  mendiagnosis mengidentifikasi benda-benda disekitarnya. Fitur ini bisa digunakan di rumah.   Kedua freemode treatment yang hanya bisa digunakan jika ada terapi. Fitur ini terdiri dari tiga tahap yakni  basic treatment stage, intermediate stage,  dan advanced stage.

Selain itu  Cakra memiliki fitur yang berbeda dengan fitur yang dijual dipasaran yakni fitur yang bisa mendiagnosa melalui perilaku apakah si pengguna menderita autis, down sindrom, Asperger, ADD, ADHD, , retardasi mental dan lambat atau bahkan normal.