Teknopreneur.com – Jika sebelumnya sudah dibahas mengenai pemanfaatan dari pembangunan broadband, kali ini akan kita kulik sedikit mengenai tantangan dan peluang dalam membangun ekosistem digital. Tak dapat disangkal, dengan hadirnya smartphone membuat penetrasi pengguna mobile broadband melebihi penetrasi fixed broadband.

Menanggapi hal itu, Ketua MASTEL, Dr. Setyanto P. Santosa mengatakan,“Anda bisa bayangkan, kenapa internet untuk perangkat mobile Anda lelet. Hal itu dikarenakan, hampir  seluruh populasi pengguna internet kebanyakan berasal dari pengguna mobile,”ucapnya ketika menghadiri acara ICT Outlook, Selasa (3/2).

Lebih lanjut, ia pun mengungkapkan ada tantangan yang harus dihadapi oleh para penggerak kemajuan ICT Indonesia. “Empat hal yang menjadi tantangan, yakni regulasi, harmonisasi spektrum, security, dan Leadership,”katanya.

Menurutnya, alangkah baiknya jika ada agency khusus yang menangani proyek pembangunan pita lebar serta berada langsung dibawah komando Presiden. Dirinya pun menyatakan, “Hal itu dilakukan, agar para pelaku baik dari pihak Industri maupun pihak swasta, bisa lebih leluasa dalam menyampaikan masukan kepada Presiden sebagai pengambil keputusan.”

Selain itu, ia pun menjelaskan peluang yang dimiliki dari broadband plan tersebut, yakni terciptanya digital ekonomi, dimana tahun 2014 30% orang Indonesia sudah terkoneksi dengan internet, dan diperkirakan tahun 2016 akan mencapai angka 40%. “Dalam hal ini, sebenarnya tugas Pak Rudiantara selaku Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang juga mantan orang corporate untuk meng-educate para menteri lainnya mengenai Rencana Pita Lebar (RPL),”ujarnya.