Teknopreneur.com – Perkembangan teknologi yang terjadi saat ini dengan hadirnya sosial media, aplikasi chatting dan e-commerce telah mengubah kebiasaan yang tadinya dilakukan secara manual kini tinggal berhadapan dengan gadget semuanya bisa dilakukan dengan memanfaatkan sambungan internet. Akan tetapi, alangkah baiknya jika koneksi internet yang tersedia dapat memberikan kenyamanan bagi para penggunanya, bukan malah membuat pusing karena internet yang lelet.

Untuk itulah, dibuat Rencana Pita Lebar (RPL) yang telah ditetapkan pada September tahun lalu. “Dan itulah yang menjadi dasar hukum. Namun, jelas masih banyak kekurangan, tapi yang penting sudah ada arahnya,”ucap Ketua MASTEL, Dr. Setyanto P. Santosa dalam acara ICT Outlook bersama Frost & Sullivan, Selasa (3/2).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembangunan Broadband Plan ini hilirnya akan membentuk sebuah ekosistem digital nantinya. “Di samping itu, tentunya juga ada nilai ekonominya di sana,”katanya.

Dirinya pun menyatakan idealnya koneksi yang tersedia untuk mobile broadband adalah 1Mbps, sedangkan fixed broadband 2Mbps. “Akan tetapi, yang terjadi dilapangan adalah mobile broadband memiliki penetrasi lebih tinggi dibanding yang fixed, padahal jika melihat negara maju di luar sana perbandingannya adalah 60% untuk fixed dan 40% untuk mobile, karena jaringan mobile sebenarnya memang didesain untuk low traffic,”ujarnya.