Teknopreneur.com – Berdasarkan program Nawa Cita Presiden RI, kedaulatan pangan akan terus diupayakan dengan memanfaatkan sumber daya dalam negeri melalui pengembangan berbasis agro, baik untuk bahan pangan pokok maupun bahan baku industri makanan dan minuman. Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Panggah Susanto dalam peresmian pabrik ekstraksi bahan herbal dan pengawetan buah dan sayuran, PT. Petropack Agro Industries.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan industri makanan dan minuman terus menunjukkan perkembangan yang positif dan memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dikarenakan pada periode Januari-September 2014, telah menyumbang PDB non-migas sebesar 36,85% dengan pertumbuhan mencapai 8.8%.

Menurutnya, industri makanan dan minuman dapat menyerap tenaga kerja hinga lebih dari 1,6 juta orang pada tahun 2014. Bayangkan saja, nilai ekspor industri agro pada periode Januari-September 2014 mencapai US$31,37 miliar atau 35,72%  dari nilai ekspor indutri pengolahan nasional, dengan pertumbuhan mencapai 12,69% pada periode yang sama tahun 2013 lalu.

Dirinya pun memberikan apresiasi kepada PT. Petropack Agro Industries sebagai perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang telah menanamkan modalnya di Indonesia dan bergerak di bidang ekstraksi bahan hasil alam, pengeringan buah, sayur dan bahan-bahan artifisial serta pengawet dalam mendukung industri pangan olahan yang aman untuk dikonsumsi.

Dimana untuk ekstraksi sendiri, akan mengubah bahan-bahan hasil pertanian dalam bentuk konsentrat sebagai bahan baku produk makanan dan minuman atau bahkan untuk produk kosmetik. Sementara untuk pengawetan buah dan sayuran, akan diterapkan teknologi freeze-dry¸ sehingga dapat memperpanjang masa simpan produk buah dan sayuran dengan mempertahankan kualitas produk seperti saat masih dalam keadaan segar.

Oleh karena itu, kehadiran industri tersebut tentunya dapat memberikan nilai tambah bagi sektor industri pangan olahan, sehingga tidak perlu takut bahan-bahan hasil pertanian akan cepat rusak. Tidak hanya itu saja, dapat juga meningkatkan pendapatan petani baik perorangan ataupun kelompok, bahkan dapat menumbuhkan industri/jasa terkait, penyediaan lapangan usaha dan juga penyerapan tenaga kerja.