Teknopreneur.com – Penyedia layanan pesan singkat asal Negeri Sakura, LINE akan mengambil langkah untuk menjadi penyedia layanan iklan baris atau yang lebih dikenal dengan marketplace. Sepertinya, aplikasi yang juga menjual stiker kartun ini tak mau menunggu lama, karena sebulan setelah memperkenalkan layanan Uber kini kembali memperkenalkan startup marketplace mereka yang bernama, Instacart.

Negeri Gajah Putih pun seakan menjadi kelinci percobaan bagi bisnis baru mereka, di mana perusahaan mengklaim ada 36 juta pengguna LINE yang terdaftar di sana. Hal tersebut, seperti yang dikutip dari laman TechCrunch, Minggu (1/2).

Menanggapi hal itu, Kepala Layanan LINE Plus, Sedong Nam menyatakan,“Kampanye ini, merupakan langkah pertama kami untuk mengembangkan channel usaha kami secara eksklusif dalam kategori bahan makanan secara online. Di masa depan, platform ini akan menampilkan semua jenis makanan yang populer dari masing-masing daerah untuk pasar makanan digital yang terintegrasi, sehingga memberikan kemudahan bagi para pengguna mobile.”

Dirinya mengaku bahwa bisnis baru LINE ini, masih perlu diedukasikan terlebih dahulu pada konsumennya mengenai berbelanja melalui aplikasi pesan singkat yang terdapat di gadget mereka. Perusahaan berjanji, tidak akan mengenakan biaya pengiriman sepeser pun untuk semua pembelian.

Untuk itulah, beberapa startup e-Commerce yang berbasis di Bangkok, seperti Docomo dan lainnya akan memegang peranan penting sebagai pengirim barang atau logistik. Adopsi dari marketplace semacam itu, untuk saat ini memang masih sulit untuk berkembang luas ke tingkat global, tapi mungkin saja ini juga bisa menjadi potensi bagi negara lain, termasuk Indonesia.